SiteSulut.com-Atmosfer sukacita dan semangat persatuan menyelimuti kawasan Senayan, Jakarta, dalam perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Momentum tahun ini mencatatkan sejarah baru karena menjadi panggung kolaborasi besar antara tiga instansi sekaligus; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), serta Kementerian Kebudayaan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa tema perayaan sejalan dengan kebijakan penguatan keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial dan pendidikan.

“Keluarga merupakan basis dalam membangun kehidupan yang damai serta tata kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dan bersatu,” ujarnya di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta (14/1).

Lebih lanjut, pembangunan generasi yang kuat dan unggul memerlukan pendekatan yang menyeluruh melalui penguatan empat ekosistem pendidikan.

“Dalam rangka membangun generasi yang hebat, kita perlu memperkuat pendidikan berbasis sekolah, keluarga, masyarakat termasuk tempat ibadah, serta media massa,” kata Abdul Mu’ti.

Keempat ekosistem tersebut dinilai saling melengkapi dalam membentuk karakter anak sejak dini. Selain itu, ia menekankan pentingnya pembiasaan nilai toleransi dan kehidupan bermasyarakat. Anak-anak, menurutnya, perlu dibiasakan berinteraksi dengan mereka yang berbeda keyakinan melalui perjumpaan dan percakapan yang saling menghargai.

“Perbedaan bukanlah pemisah, melainkan persatuan itu sendiri,” tegasnya

Perayaan Nataru juga dimaknai sebagai wujud kepedulian sosial. Dalam rangkaian kegiatan, para menteri secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada perwakilan penerima melalui Satuan Tugas (Satgas) di lingkungan tiga kementerian, sebagai bentuk solidaritas dan empati bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Sejalan dengan itu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan, perbedaan suku, agama, ras, dan budaya bukanlah ancaman, melainkan potensi yang memperkuat persatuan nasional.

“Kita memiliki mega diversity dalam berbagai bentuk ekspresi budaya yang harus kita jadikan sebagai kekuatan pemersatu,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pesan persatuan sejalan dengan nilai kebangsaan yang terus digaungkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, toleransi dan kerukunan umat beragama menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang. “Persatuan adalah modal besar kita untuk maju menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya. Fadli Zon menekankan bahwa keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai persatuan di tengah keberagaman yang ada.

Di balik kesuksesan dan kelancaran acara tersebut, sosok Febry H.J. Dien, putra daerah asal Sulawesi Utara, menjadi tokoh sentral yang dipercayakan menjabat sebagai Ketua Panitia.
Keberhasilan Febry mengonsolidasikan tiga kementerian besar ini menjadi bukti nyata kapasitas putra kawanua di kancah nasional.

​Dalam sambutannya, Febry H.J. Dien menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat kolaboratif yang ditunjukkan oleh seluruh elemen kementerian.

“Kehadiran para Menteri, Wakil Menteri, pejabat eselon, hingga tokoh agama di sini bukan sekadar seremonial, melainkan cerminan semangat kebersamaan dan kerukunan sejati antarwarga kementerian,” tegas Febry.

Ia berharap, nilai kebersamaan yang tercermin dalam perayaan ini dapat terus terjaga dan diimplementasikan dalam kehidupan kerja sehari-hari.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru ini tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga penguatan nilai toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman,” ungkapnya.

​Ia menekankan bahwa, perayaan ini bukan sekadar refleksi spiritual tahunan, melainkan fondasi untuk memperkuat nilai toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman dalam lingkungan kerja sehari-hari.

Perayaan ini berlangsung khidmat dengan adanya penyampaian refleksi Natal oleh Pastor Yustinus Ardianto dan pesan damai Natal oleh Pendeta Henriette T. Hutabarat Lebang.

Melalui Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, semangat penguatan peran keluarga, toleransi, dan persatuan lintas kementerian ditegaskan sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa. Kebersamaan dalam perayaan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan, menghormati keberagaman, serta memperkuat nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan bermasyarakat.

Di dalam rangkaian Perayaan Natal, para tamu yang hadir dihibur oleh penampilan Paduan Suara SD Mardi Yuana Depok, Paduan Suara Mahasiswa Satyawacana, SMA Strada Bhakti Wiyata, grup vokal BPMP Sulawesi Utara, serta sajian musik dari Ekosistem Musik Religi yang mengiringi rangkaian acara dan ramah tamah antarpegawai lintas kementerian.

Perayaan Natal ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi  Utara, Walikota Tomohon dan Bupati Minahasa Selatan.(vil/*)