SiteSulut.com – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Nyiur Melambai.
Tidak bisa berjalan sendiri, Kepala BPMP Sulut, Febry H.J Dien menegaskan siap membuka pintu kolaborasi lebar-lebar bagi seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis bagi siapa saja, baik organisasi keagamaan, kemasyarakatan, maupun lembaga swasta yang fokus pada pembenahan dan peningkatan mutu sekolah.

“Intinya, BPMP Sulut siap jadi mitra semua pihak yang concern (peduli) terhadap pendidikan, termasuk GMIM (Gereja Masehi Injili di Minahasa) atau pihak-pihak lainnya,” ujar Febry kepada media, Selasa (16/2/2026).
Menurut Febry yang juga tokoh pendidikan Sulawesi Utara, tantangan di dunia pendidikan saat ini membutuhkan sinergi yang kuat dari berbagai elemen masyarakat (multistakeholder).
“GMIM, sebagai salah satu institusi yang memiliki jaringan sekolah yang luas di Sulawesi Utara, dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi emas di daerah tersebut,”ucapnya.
Namun, Febry juga menggarisbawahi bahwa kemitraan ini tidak terbatas pada satu kelompok saja.
BPMP Sulut siap mejadi mitra bagi semua pihak yang punya visi sejalan.
Beberapa poin penting yang menjadi fokus kemitraan BPMP Sulut ke depan antara lain:
- Peningkatan Kapasitas Guru: Melalui pelatihan terpadu dan pendampingan implementasi kurikulum.
- Transformasi Digital Sekolah: Membantu digitalisasi ekosistem belajar-mengajar di berbagai daerah.
- Penguatan Literasi dan Numerasi: Menggenjot rapor pendidikan daerah agar semakin unggul di tingkat nasional.
Menurut Febry, tantangan di dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, terutama dalam era transformasi digital dan implementasi Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, sinergi yang kuat dari berbagai elemen masyarakat (multistakeholder) mutlak diperlukan.
Febry yang dikenal smart dan peduli dunia pendidikan menilai, GMIM sebagai salah satu institusi yang memiliki jaringan sekolah yang sangat luas di Sulawesi Utara—memiliki peran yang sangat strategis dalam mencetak generasi emas di daerah tersebut.
“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri demi ego sektoral. Pendidikan ini tanggung jawab kolektif. Ketika ada lembaga seperti GMIM atau organisasi lain yang punya kerinduan besar memajukan sekolah-sekolah mereka, kami di BPMP siap mengawal dan memfasilitasi dari sisi penjaminan mutunya,” kata Febry menambahkan.
Dengan adanya komitmen ini, Febry berharap ke depan akan ada lebih banyak program kerja sama konkret yang lahir demi menjawab kebutuhan riil di lapangan.
”Kami menyadari bahwa memajukan pendidikan ini adalah tugas bersama. Karena itu, gerbang BPMP Sulut selalu terbuka untuk berdiskusi, bertukar ide, dan turun langsung ke lapangan bersama para mitra demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.(vil)

Tinggalkan Balasan