SiteSulut.com-Mengawali kepempinannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari-Tendris Bulahari (TUARI), langsung diperhadapkan dengan berbagai tantangan, salah satunya mewarisi tiga proyek mangkrak atau yang sudah bertahun-tahun tabiar kelanjutan pembangunannya, yakni proyek Gelangang Olahraga (GOR), jalan Puncak Lose dan jembatan Kampung Tolendano.

Namun bagi TUARI, ketiga proyek mangkrak ini bukan suatu beban ketika mengawali kepemimpinanya, tapi justru berbalik menjadi bentuk tanggung jawab moril sekalgus jawaban atas keberadaan proyek yang kerab menjadi keluhan masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan diresmikannya ketiga fasilitas penting ini dihari yang sama, Jumat (20/02/2026), tepat di usia setahun Michael dan Tendris dilantik Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe.

Dalam momentum setahun kepemimpinan TUARI, ada juga proyek Rumah Singgah yang telah selesai dibangun, turut ditinjau Bupati Michael Thungari. Rumah singgah ini janji kampanye TUARI yang diperuntukkan bagi warga kepulauan, bertujuan untuk memberikan tempat istirahat sementara bagi warga dari pulau-pulau di sekitar Sangihe yang membutuhkan pelayanan, terutama jika harus menginap karena keperluan administratif, medis, atau keperluan lain di pusat kota Tahuna.

Sementara itu, terkait diresmikannya jalan Lose serta jembatan Tolendano, langsung menuai apresiasi masyarakat. Lebih khusus kondisi jalan Puncak Lose sebelum dilanjutkan pembangunanya, sangat berbahaya disaat musim hujan, kerab mengancam keselamatan pengguna kendaraan.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Michael Thungari sudah meresmikan jalan Lose ini, selama ini jarang kendaraan yang lewat sehingga kami yang berjualan di puncak Lose terpaksa tutup karena sepi tidak ada lagi pengunjung yang datang,”ungkap Opa Nasafir Dandel, orang pertama yang membuka usaha kuliner di Puncak Lose.

Dengan kondisi jalan yang sudah bagus, semoga Puncak Lose boleh ramai lagi,”sambung Opa yang akrab dengan insan Pers Forum Wartawan Sangihe (FORWAS)
Begitu pula dengan diresmikannya GOR Membara, juga menuai apresiasi berbagai kalangan, salah satunya Pemerhati Politik Pemerintahan Sangihe, Montesky Kawuka.
Menurutnya, kehadiran GOR Membara adalah jawaban atas tuntutan minimnya fasilitas olahraga yang representatif di Sangihe, sekaligus menjadi harapan baru bagi insan olahraga dalam beraktifitas maupun pembinaan atlit berprestasi kedepan.

Akhirnya GOR bisa tuntas setelah kurang lebih 4 tahun tabiar, selain bakal ramai didatangi warga yang berolahraga, saya juga optimis prestasi atlit Sangihe akan meningkat, termasuk target meraih 5 besar di Porprov dapat direaliasi,”ujar Montesky, yang juga pengurus cabang olahraga (Cabor) Bridge Sangihe.

Sementara itu, GOR Membara dalam waktu dekat akan langsung dimanfaatkan Cabor Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Sangihe, yakni akan menggelar Bupati Cup Open Tournament Tinju se- Sulawesi Utara pada bulan April 2026.

“Dengan kehadiran GOR Membara akhirnya cabor-cabor di Sangihe tidak susah lagi mencari lokasi pertandingan, termasuk kami di Pertina mendapat kemudahan menggelar hajatan besar Bupati Cup Open Tournament Tinju se- Sulawesi Utara pada bulan April mendatang,”tutur Sifried Pagulimang, Komisi Teknik Pertina Sangihe.(vil*/)