SiteSulut.com – Pengusaha sukses dan terkenal asal Sulawesi Utara, Jemmy Asiku, kembali memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara pada Kamis (17/9/2026).
Kedatangannya kali ini merupakan pemeriksaan keempat terkait penyitaan uang tunai sebesar Rp15 miliar di rumah kediamannya.
Dalam pemeriksaan tersebut, Jemmy mengaku telah menjawab puluhan pertanyaan penyidik secara detail untuk mengklarifikasi asal-usul uang yang disita.
”Hari ini saya memenuhi panggilan kejaksaan yang keempat kali. Tadi kurang lebih ada 13 pertanyaan. Sebelumnya ada 18 dan 22 pertanyaan, semua sudah saya jawab,” ujar Jemmy usai menjalani pemeriksaan di Kantor Kejati Sulut.
Jemmy membantah keras tudingan bahwa uang belasan miliar tersebut berasal dari praktik korupsi.
Ia menegaskan posisinya sebagai murni seorang pengusaha, bukan pejabat publik.
“Masyarakat tahu bisnis saya apa. Bisa dicek, saya punya usaha seluler, kuliner, Telkomsel, dan lain-lain. Uang itu murni hasil usaha dan seluruh bukti pendukung secara detail sudah saya serahkan ke pihak kejaksaan,” tegasnya.
Dampak dari penyitaan dana operasional tersebut membuat roda bisnis Jemmy terganggu berat.
Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada ratusan karyawannya yang hingga kini belum bisa menerima hak gaji mereka.
“Saya minta maaf kepada ratusan karyawan saya. Sampai hari ini gaji mereka belum bisa terbayar. Saya berharap kasus ini segera tuntas dan uang tersebut dikembalikan agar saya bisa membayar hak-hak mereka,” ungkap Jemmy.
Lanjutnya, kondisi makin mengkhawatirkan lantaran kemitraan utamanya dengan Telkomsel terancam putus. Pihak Telkomsel disebut telah melayangkan Surat Peringatan (SP) kedua akibat terkendalanya operasional.
”Kerja sama dengan Telkomsel ini sudah terjalin sejak 2006. Sekarang sudah SP dua. Kalau sampai SP tiga dan diputus, kerugiannya sangat besar. Nasib ratusan karyawan saya nanti mau dikemanakan?” tuturnya.
Jemmy berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan proses klarifikasi ini secara transparan dan objektif.
Meski diterpa cobaan berat, Jemmy tetap kooperatif menjalani seluruh tahapan hukum, yang memicu gelombang dukungan dan simpati dari masyarakat Manado yang mengenalnya sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.(vil)

Tinggalkan Balasan