SiteSulut.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Talaud, Yohanis Kamagi, memilih untuk menyikapi secara bijak gelombang tuduhan serta kritik tajam yang menyasar dirinya di media sosial belakangan ini.
Narasi miring yang mendesak Kejaksaan Negeri memeriksa dirinya terkait tuduhan penggeseran anggaran pengadaan lahan SPBU Mini tanpa persetujuan DPRD terus digencarkan oleh pihak tertentu di jagat maya.
Kendati mendapati serangan bertubi-tubi, Yohanis menegaskan dirinya tidak ingin terpancing emosi dan tetap fokus menjalankan amanah pelayanan publik.
Menanggapi sorotan publik dan kritik yang dinilai tidak berdasar tersebut, Yohanis meresponsnya dengan menyampaikan pesan mendalam mengenai keteguhan hati serta rasa syukur.
Ia mengutip kutipan bijak dari Paus Fransiskus untuk menggambarkan prinsip hidupnya saat diterpa badai isu.
”Menjadi bahagia adalah mengucap syukur setiap pagi atas mukjizat kehidupan. Menjadi bahagia bukan merasa takut atas perasaan kita, melainkan bagaimana membawa diri kita untuk menanggungnya dengan berani ketika diri kita ditolak, untuk memiliki rasa mantap ketika dikritik, meskipun kritik itu tidak adil,” ujar Yohanis Kamagi.
Bagi Yohanis, dinamika dan polemik yang berkembang di media sosial merupakan ujian kedewasaan dalam memimpin.
Ia percaya bahwa kejujuran, ketenangan, serta ketulusan dalam bekerja akan selalu menemukan jalannya sendiri di tengah riuk-pikuk opini publik.
Sikap tenang dan ikhlas yang ditunjukkannya menjadi cerminan bahwa integritas seorang pejabat daerah tidak diukur dari seberapa keras ia membalas tuduhan, melainkan seberapa konsisten ia menjaga ketenangan dan dedikasinya untuk masyarakat Kepulauan Talaud.(vil)

Tinggalkan Balasan