SiteSulut.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, turun langsung memantau kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menerjang kawasan Gunung Awu.
Demi melihat langsung titik api dari dekat, orang nomor satu di Sangihe bersama tim rela menempuh perjalanan mendaki pulang-pergi selama 8 jam menuju ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Menurut Thungari, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, terdeteksi sedikitnya lima titik api yang tersebar di seputaran lereng puncak Gunung Awu.
Kobaran api dipicu oleh vegetasi ilalang kering yang melimpah dan menjadi bahan bakar potensial selama musim kemarau.
”Dari pantauan ada lima titik api yang bisa terlihat oleh jangkauan kami, tetapi lokasinya sangat sulit diakses,” ujar Michael Thungari.
Untuk memaksimalkan pemantauan area lereng yang terjal, Pemerintah Daerah (Pemda) Sangihe resmi berkolaborasi dengan pilot drone profesional, Christian Natanael Tambunan.
Mulai esok hari, Pemda akan rutin mengunggah pemetaan visual pergerakan titik api setiap pukul 16.00 WITA sebagai bentuk transparansi informasi kepada publik.
Michael mengimbau masyarakat Sangihe agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.
Ia juga mengingatkan warga untuk tidak terpengaruh oleh isu liar dan hanya memercayai informasi serta dokumentasi resmi dari Pemda.
“Untuk seluruh kecamatan, kampung, dan kelurahan yang kami kalkulasi akan terdampak, sesegera mungkin kami hubungi dan persiapkan tim di titik yang dipetakan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, Pemda Sangihe memutuskan untuk menutup sementara seluruh akses jalur pendakian Gunung Awu hingga musim kemarau berakhir.
Meski demikian, pihak pemda tetap membuka kesempatan bagi para relawan yang ingin berpartisipasi membantu proses pemadaman di titik-titik koordinasi.
”Semoga Tuhan memberkati setiap upaya dan doa kita bersama. Sangihe kuat kalau kita kompak,” pungkas Michael yang dikenal dekat dengan rakyat.(vil)

Tinggalkan Balasan