SiteSulut.com-Tanggal 20 Juni 2026 menandai genap satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati Welly Titah dan Wakil Bupati Anisya Gretsya Bambungan, SE (WT-AGB) dalam menakhodai Kabupaten Kepulauan Talaud.
Sejak dilantik oleh Gubernur Sulawesi Utara pada 20 Juni 2025 lalu, pasangan ini secara konsisten membawa perubahan progresif dan meletakkan fondasi transformasi pembangunan di wilayah beranda utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut.
Melalui visi besar mewujudkan “Kabupaten Kepulauan Talaud yang Bermartabat, Religius, Maju, dan Sejahtera” yang tertuang dalam dokumen RPJMD 2025-2029, pemerintahan WT-AGB dinilai sukses menghadirkan berbagai terobosan signifikan di bidang tata kelola pemerintahan, kemandirian fiskal, pelayanan publik, sosial kemasyarakatan, hingga pembangunan infrastruktur prioritas.

Berikut adalah rangkuman capaian dan keberhasilan utama dalam satu tahun kepemimpinan WT-AGB di Tanah Porodisa:
1. Laju Pertumbuhan Ekonomi Positif dan Pengendalian Makro
Di tengah tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan terluar, aktivitas perekonomian Kabupaten Kepulauan Talaud di bawah kendali WT-AGB mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 5,29% (y-on-y) pada triwulan II.
Pertumbuhan ini didorong oleh stabilitas permintaan domestik, intervensi pasar seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) guna mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta membaiknya konektivitas logistik antarpulau yang menjadi urat nadi perekonomian warga.
2. Lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Inovasi Digitalisasi Fiskal
Prestasi gemilang diraih di sektor keuangan daerah dengan lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 53,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lompatan besar ini diraih melalui reformasi tata kelola berbasis digital, termasuk peluncuran Gerakan ASN Membayar Pajak Secara Digital. Talaud bahkan sukses meraih penghargaan Digital Tax Champion Award 2025 dengan pencapaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) mencapai 98 persen. Langkah ini memperkuat fondasi kemandirian fiskal daerah perbatasan di masa mendatang.
3. Reformasi Birokrasi dan Peningkatan Nilai SAKIP
Komitmen WT-AGB untuk membenahi internal birokrasi berbuah manis. Berdasarkan evaluasi Kementerian PANRB, nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Kepulauan Talaud pada tahun 2025 naik menjadi 66,76 dengan Predikat B (Baik).
Capaian ini mencerminkan perubahan kultur kerja aparatur daerah yang kini bergeser dari sekadar berorientasi pada kegiatan menuju pola kerja yang berorientasi pada hasil dan kemanfaatan nyata bagi masyarakat.
4. Pembenahan Layanan Dasar: Membawa Pulang Anugerah Mapalus Pendidikan
Transformasi luar biasa terlihat di sektor pendidikan. Kabupaten Kepulauan Talaud berhasil memborong lima kategori penghargaan sekaligus dalam Anugerah Mapalus Pendidikan Tahun 2025 tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Lima penghargaan tersebut meliputi Kemitraan Strategis, Transformasi Satuan Pendidikan, Dukungan Kurikulum Merdeka, Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta Perencanaan Berbasis Data (PBD). Secara fisik, pemerintah daerah telah merehabilitasi 24 sekolah (termasuk PAUD, SD, dan SMP) serta membangun berbagai ruang kelas baru guna menjamin pemerataan kualitas mutu pendidikan hingga pulau terluar.
5. Sektor Kesehatan Terintegrasi dan Proaktif
Mengubah paradigma pelayanan dari reaktif menjadi proaktif-preventif, pemerintah daerah memaksimalkan kehadiran RSUD Pratama Damau, penguatan Rumah Sakit Bergerak Gemeh, serta pembangunan laboratorium kesehatan. Geografi kepulauan tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat perbatasan untuk mengakses hak kesehatan yang bermutu dan layak.
6. Percepatan Infrastruktur Pesisir dan Ketahanan Wilayah
Guna merespons ancaman abrasi pantai dan gelombang tinggi khas daerah maritim, WT-AGB berhasil mengamankan dana hibah pemerintah pusat untuk merekonstruksi bangunan pengaman pantai di enam titik strategis, yakni Desa Rusoh, Kelurahan Melonguane Barat, Desa Mamahan Barat, Desa Essang, Kelurahan Melonguane Timur, dan Desa Mala.
Di samping itu, penguatan sektor kelautan dilakukan demi mendukung produktivitas lebih dari 7.000 nelayan aktif di Talaud. Di tingkat desa, melalui kerja sama dengan kementerian terkait, daerah juga sukses memperjuangkan Program Kampung Nelayan Merah Putih, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan penambahan kapasitas daya listrik.
7. Penguatan Tata Kelola 142 Desa Pesisir dan Terluar
Pembangunan di era WT-AGB dijalankan secara adil dari pinggiran, menempatkan desa sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Melalui pembinaan ketat di 142 desa, pemerintah meluncurkan inovasi program Jaksa Jaga Desa, implementasi Siskeudes 2.0.9, dan penguatan lembaga desa demi menjamin pengelolaan dana desa yang bersih, transparan, serta akuntabel.
8. Momentum Historis: Perhatian Khusus Pusat dan Kunjungan Presiden RI
Sebagai wilayah beranda utara NKRI yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kabupaten Kepulauan Talaud di bawah kepemimpinan WT-AGB sukses menarik perhatian strategis dari jajaran pemerintah pusat. Puncaknya ditandai dengan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke wilayah pulau terluar Talaud. Kehadiran Kepala Negara ini menjadi legitimasi kuat bahwa koordinasi dan diplomasi pembangunan yang dijalankan duet WT-AGB berjalan sangat efektif, sekaligus membawa dampak luas terhadap percepatan realisasi berbagai proyek strategis nasional (PSN) serta penguatan kedaulatan di wilayah perbatasan negara.
9. Realisasi Masif Bantuan Perumahan dan Kampung Nelayan
Keberhasilan nyata di sektor permukiman dan penguatan ekonomi pesisir diraih melalui lobi intensif ke kementerian terkait. Pemerintah daerah sukses memperjuangkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 556 unit rumah. Program ini secara konkret meningkatkan kualitas hidup, rasa aman, kenyamanan, serta martabat masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, diluncurkannya Program Kampung Nelayan Merah Putih membuka jalan bagi modernisasi ekonomi maritim bagi ribuan nelayan aktif di wilayah gugusan pulau.
10. Komitmen Memperkuat Wilayah Kepulauan dan Empat Pulau Terluar
Sebagai daerah maritim dengan luas laut mencapai sekitar 37.800 KM², Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki karakteristik pembangunan yang unik dengan adanya gugusan pulau terluar. Pemerintahan WT-AGB menaruh perhatian khusus dan fokus besar pada penguatan ketahanan wilayah perbatasan serta pelayanan publik yang tersebar hingga ke empat pulau terluar negara, yakni Pulau Miangas, Marampit, Intata, dan Kakorotan.
11. Keberhasilan Lobi Program Pusat: 556 Unit Rumah BSPS dan Kampung Nelayan
Guna meningkatkan kualitas hidup dan perumahan masyarakat pesisir di perbatasan, duet WT-AGB menorehkan prestasi gemilang melalui keberhasilan memperjuangkan program pusat.
Sektor permukiman mencatat realisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 556 unit rumah. Di samping itu, pemerintah daerah juga sukses menghadirkan Program Kampung Nelayan Merah Putih untuk mendukung modernisasi ekonomi maritim bagi masyarakat nelayan tradisional Talaud.
12. Reformasi Tata Kelola Pemerintahan dan Budaya Kerja Berbasis Hasil
Langkah awal kepemimpinan WT-AGB ditandai dengan pembenahan internal dan reformasi birokrasi melalui penguatan koordinasi lintas perangkat daerah guna membangun disiplin organisasi yang solid. Pemerintah daerah secara bertahap berhasil menggeser orientasi kerja aparatur dari sekadar rutinitas administrasi menuju pencapaian target kinerja pembangunan yang lebih konkret dan berorientasi hasil (outcome)
13. Penguatan Konektivitas Integrasi Wilayah dan Infrastruktur Dasar
Sadar akan tantangan biaya logistik dan keterisolasian geografis, pemerintah daerah menjadikan infrastruktur sebagai instrumen utama dalam transformasi daerah. Dalam setahun ini, percepatan diarahkan pada penguatan konektivitas darat, laut, udara, logistik, dan digital, serta peningkatan kapasitas pembangkit listrik dan perlindungan kawasan pesisir pantai.
14. Transformasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Akses Pendidikan
Pemerintahan WT-AGB merumuskan reformasi pelayanan publik yang bertumpu pada pilar-pilar penting, termasuk pelayanan kesehatan dan pendidikan. Pembangunan serta rehabilitasi sarana pendidikan dijalankan untuk memperluas akses lingkungan belajar yang layak bagi peserta didik. Sementara itu, peningkatan sarana kesehatan dilakukan agar hak pelayanan kesehatan yang bermutu merata hingga ke pulau-pulau.
15. Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa
Desa-desa terluar mendapatkan perhatian strategis melalui pembinaan tata kelola pemerintahan desa yang diarahkan pada peningkatan akuntabilitas, transparansi, serta penguatan infrastruktur dasar desa demi mendorong pertumbuhan ekonomi dari pinggiran.
16. Merawat Stabilitas Sosial dan Semangat “Sansiotte Sampatte-Patte”
Keberhasilan pembangunan satu tahun ini tidak terlepas dari situasi daerah yang kondusif. Kepemimpinan WT-AGB terbukti mampu menjaga kerukunan, ketertiban, solidaritas sosial, serta merawat persatuan seluruh lapisan masyarakat dalam bingkai budaya lokal dan semangat gotong royong Sansiotte Sampatte-Patte.
17. Terobosan Energi: Diplomasi Kelistrikan Pulau Karakelang
Menjawab keterbatasan listrik yang puluhan tahun menghambat aktivitas malam hari dan industri perikanan. Melalui koordinasi intensif dengan PT PLN UID Suluttenggo pada September 2025, Pemerintah Daerah berhasil mendatangkan 2 unit mesin pembangkit baru dengan kapasitas total 1.600 kW yang mulai beroperasi penuh pada tahun 2026.
18.Transformasi Digital SPBE dan Keterbukaan Informasi Publik
Salah satu lompatan besar yang belum ada sebelumnya adalah percepatan transformasi digital pemerintahan modern. Pemerintahan WT-AGB sukses menguatkan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), optimalisasi website dan media digital kedinasan, keterbukaan informasi publik, serta digitalisasi administrasi pemerintahan. Teknologi informasi kini menjadi jembatan strategis yang memperpendek jarak geografis dan mempercepat pelayanan publik di daerah kepulauan.
19. Penguatan Pengawasan Internal dan Manajemen Risiko
Untuk menjamin terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, WT-AGB memberikan perhatian besar terhadap penguatan peran Inspektorat Daerah sebagai penjaga integritas birokrasi. Hal ini diwujudkan melalui penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), penerapan manajemen risiko, pembinaan perangkat daerah yang ketat, pendampingan desa, serta penguatan upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah.
20. Terobosan Sektor Pariwisata Bahari Nasional
Melakukan audiensi dan kerja sama strategis dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada September 2025. Langkah ini berhasil mengamankan intervensi pusat dalam peningkatan aspek amenitas, aksesibilitas, dan promosi wisata bahari Talaud agar masuk dalam peta destinasi prioritas nasional, membuka peluang kerja baru di industri kreatif.
21. Analisis Mendalam: Lompatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Kenaikan signifikan sebesar 0,85 poin (dari 72,83 menjadi 73,68) merupakan salah satu prestasi terbesar dalam satu tahun pertama kepemimpinan WT–AGB. Jika ditarik dari tren jangka menengah tahun 2020 (69,40), Talaud telah berhasil keluar dari kategori “sedang” dan kini kokoh di kategori Tinggi.
Peningkatan IPM ini ditopang oleh keberhasilan intervensi pada tiga pilar utama:
• Pilar Kesehatan (Umur Panjang & Hidup Sehat): Akselerasi program penanganan stunting yang terintegrasi di 153 desa/kelurahan serta penguatan fasilitas Puskesmas, yang berdampak langsung pada peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat kepulauan.
• Pilar Pendidikan (Pengetahuan): Perluasan akses pendidikan formal di pulau-pulau terluar melalui perbaikan sarana prasarana sekolah, pemenuhan tenaga pendidik, serta pemberian bantuan perlindungan sosial agar anak-anak usia sekolah tetap tertampung di sistem pendidikan (meningkatkan Harapan Lama Sekolah/HLS dan Rata-rata Lama Sekolah/RLS).
• Pilar Ekonomi (Standar Hidup Layak): Peningkatan kemampuan nilai tambah per penduduk melalui stabilitas harga komoditas perikanan dan pertanian lokal, sehingga daya beli (purchasing power) masyarakat tetap terjaga kokoh di tengah inflasi logistik wilayah perbatasan.
Refleksi Kepemimpinan: Memimpin Dengan Hati, Melayani Dengan Integritas
Menanggapi catatan capaian satu tahun ini, Bupati Welly Titah didampingi Wakil Bupati Anisya G. Bambungan menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta apresiasi yang mendalam bagi seluruh jajaran forkopimda, aparatur sipil negara, dan khususnya seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud yang terus bersinergi, mendukung, dan mendoakan roda pemerintahan.
”Buku refleksi satu tahun kepemimpinan ini bukan sekadar deretan angka statistik di atas kertas, melainkan wujud nyata dari pertanggungjawaban kami kepada rakyat yang telah memberikan amanah. Kami menyadari dalam waktu satu tahun tentu belum semua persoalan kompleks daerah terselesaikan. Namun, fondasi kokoh yang adaptif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat kini telah diletakkan. Mari kita terus bergandengan tangan, melangkah bersama demi masa depan Kabupaten Kepulauan Talaud yang semakin maju,” ujar Bupati Welly Titah.(vil)

Tinggalkan Balasan