SiteSulut.com- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok akibat cuaca ekstrem dan bencana alam yang menerjang wilayah kepulauan tersebut.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, meresmikan Kios Pangan Awu yang dipadukan dengan operasi pasar murah di Pasar Towoe, Tahuna, Senin (27/7/2026).

​Langkah strategis ini diinisiasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepulauan Sangihe bersama Perum Bulog Cabang Tahuna untuk menekan tingkat inflasi serta menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

​Dalam sambutannya, Michael menegaskan bahwa ketahanan pangan di daerah kepulauan bukan sekadar urusan ketersediaan stok di gudang, melainkan jaminan rasa aman bagi warga.

“Ketika harga bahan pokok stabil, daya beli masyarakat dapat terjaga. Saat pasokan pangan tersedia secara memadai, roda perekonomian akan bergerak lebih sehat sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” ujar Thungari.

​Michael membeberkan, geografi Sangihe yang terdiri dari 25 pulau berpenghuni memiliki tantangan logistik yang cukup berat, terlebih saat musim cuaca buruk. Gelombang tinggi yang melanda wilayah laut Sangihe selama hampir tiga minggu terakhir membuat penyeberangan kapal terganggu.

​Akibatnya, sejumlah kapal logistik gagal bersandar di pelabuhan. Hal ini memicu tersendatnya pasokan barang mendasar hingga melonjaknya harga ikan di pasaran. Kondisi tersebut makin diperparah dengan bencana banjir dan tanah longsor di beberapa titik yang menghambat jalur distribusi darat.

​”Oleh karena itu, menjaga ketersediaan pangan saat ini bukan hanya berkaitan dengan pengendalian inflasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kemanusiaan untuk memastikan pasokan logistik tetap tersedia dan menjangkau seluruh masyarakat, terutama warga yang terdampak bencana,” jelasnya.

​Meski mengapresiasi kerja sama Perum Bulog, TPID, TNI, dan Polri dalam menjaga kelancaran bahan pokok, Michael memberikan peringatan tegas terkait operasional Kios Pangan Awu. Ia meminta agar intervensi pasar yang dilakukan Bulog tidak merusak ekosistem pedagang kecil yang sudah ada di Pasar Towoe.

“Saya titip agar harga yang dijual tetap terjaga dan tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat dengan para pedagang di Pasar Towoe. Ketersediaan barang juga harus selalu dijamin sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok kapan saja diperlukan,” tegas Michael.

​Hadir dalam peluncuran tersebut Ketua DPRD Sangihe Denny Roy Tampi, Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, jajaran Polres, serta pejabat Pemkab Sangihe.(vil/*)