Foto : Laksmana Pertama Dr. Steven Toar Sambouw, S.H., S.Kep., M.A.P., M.H., M.Tr.Opsla
SiteSulut.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Utara menjadi momen refleksi atas berbagai capaian pembangunan di Bumi Nyiur Melambai.
Putra daerah berdarah Minahasa yang kini menjabat sebagai Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Dr. Steven Toar Sambouw, S.H., S.Kep., M.A.P., M.H., M.Tr.Opsla, menyampaikan rasa bangga sekaligus pandangan strategisnya terhadap kemajuan daerah asal Sulawesi Utara.
Menurut Laksma Steven, tren perkembangan pembangunan di Sulawesi Utara terus memperlihatkan grafik yang semakin membaik dari tahun ke tahun.
Meski masih terdapat hal-hal yang perlu dibenahi, perubahan positif sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan Dirgahayu Provinsi Sulawesi Utara ke-62 Tahun, sebagai putera daerah sungguh bangga melihat berbagai kemajuan yang telah dicapai selama ini. Trend perkembangan pembangunan di Sulut dari tahun ke tahun memperlihatkan grafik yang semakin baik. Memang masih banyak yang harus dibenahi, tapi perubahan itu sudah sangat terasa oleh masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Laksma Steven.
Menanggapi tema HUT Sulut ke-62, “Sulut Melaju (Maju, Sejahtera, Berkelanjutan) untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Laksma Steven menyoroti posisi geografis Sulut sebagai provinsi kepulauan di bibir Pasifik yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
Menurut Jenderal bintang satu ini, letak strategis ini memberikan keunggulan luar biasa dari aspek lalu lintas maritim dan perdagangan, namun di saat yang sama menyimpan kerawanan terkait aksi ilegal (illegal activity).
Kondisi tersebut menuntut pengawasan ekstra terhadap kedaulatan laut dan udara.
”Faktor keamanan dan pertahanan merupakan salah satu prasyarat utama bagi investor dan pelaku usaha di bidang maritim. Keamanan dan keselamatan di laut akan berdampak luas terhadap rantai pasok industri dan jasa maritim,” terangnya.
Memiliki latar belakang pendidikan yang sangat multidisiplin mulai dari Hukum, Keperawatan/Kesehatan, Administrasi Publik, hingga Operasi Laut, suami tercinta dari Meydi Tulung memandang bahwa pengabdian kepada bangsa harus dilakukan secara totalitas sesuai dengan profesi dan amanah yang dipercayakan negara.
“Saya hanya salah satu dari putera-puteri Kawanua yang diberi kesempatan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, kebetulan saya memilih jalur pengabdian lewat karir militer. Masih banyak para senior saya, rekan-rekan saya, adik-adik saya yang sudah berbuat jauh lebih hebat dari saya. Prinsip saya apapun yang Tuhan percayakan lewat pemerintah Indonesia akan saya dharma baktikan bagi kejayaan negeri tercinta NKRI, termasuk tanah kelahiran saya Sulawesi Utara, sekali lagi lewat profesi dan tugas yang saya emban,” tutur Laksma Steven.
Dalam memajukan daerah, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pembangunan tidak bisa berjalan jika hanya mengandalkan ego sektoral, melainkan harus menggerakkan seluruh elemen masyarakat dengan semangat Mapalus (gotong royong).
”Pembangunan nasional suatu wilayah memerlukan kolaborasi dari berbagai aktor dan sinergitas di segala bidang. Perlu pelibatan semua potensi yang ada di masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, akademisi, dunia usaha, media, dan peran pemerintah sebagai regulator,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan daerah harus seimbang dan berorientasi pada tiga pilar: prosperity (kesejahteraan), security (keamanan), serta sustainability (keberlanjutan) untuk masa depan anak cucu.
Sebagai salah satu perwira tinggi yang sukses mengombinasikan karier militer dan capaian akademik tinggi, Laksma Steven memberikan motivasi khusus kepada generasi muda Sulawesi Utara dalam menghadapi persaingan global.
Ia mengingatkan bahwa rekam jejak sejarah membuktikan banyaknya putra-putri Kawanua yang mampu mengukir prestasi gemilang sejak era kemerdekaan hingga reformasi saat ini.
“Saya mengimbau dan memotivasi generasi muda Sulut agar berupaya mengembangkan kemampuan diri setinggi-tingginya. Tantangan ke depan memang sulit, tetapi itu bukan penghalang, melainkan peluang untuk menggapai cita-cita. Saya mendorong generasi muda Sulut punya semangat bersaing secara positif untuk mewarnai wajah Indonesia.
“Sejarah mencatat betapa banyak putera-puteri Kawanua yang mampu mengukir prestasi di berbagai bidang sampai ke tingkat global, baik sejak jaman awal kemerdekaan sampai dengan era reformasi saat ini. Oleh karena itu sebagai putera Kawanua saya mendorong supaya generasi muda Sulut punya semangat bersaing secara positif untuk mewarnai wajah Indonesia dan mengambil peran dalam pembangunan nasional saat ini dan di masa depan,” pungkas Steven saat ini menjabat sebagai Direktur Strategi Keamanan Laut Bakamla RI.(vil)

Tinggalkan Balasan