SiteSulut.com – Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memberikan hujan kritik terhadap kinerja Dinas Kesehatan Daerah beserta jajaran rumah sakit daerah.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pembahasan Rancangan Perubahan APBD Tahun 2026 pada Selasa (8/9/2026), persoalan tunggakan gaji perawat, fasilitas terbengkalai, hingga belanja barang yang dinilai tak efisien menjadi sorotan utama.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Louis Schramm, melayangkan teguran keras atas buruknya tata kelola Manajemen Rumah Sakit (RS) ODSK yang dinilai merugikan tenaga medis.
”Kita melihat kesalahan manajemen dalam hal ini, sampai tidak dibayarkan gaji perawat. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Kalau ada kejadian seperti itu, dari saya beri nilai minus,” tegas Louis di hadapan jajaran Dinas Kesehatan.
Kritik tajam juga mengarah pada RS Ratumbuisang yang dianggap tak menunjukkan kemajuan berarti walau terus-menerus direnovasi.
Louis mendesak jajaran direksi baru fokus membenahi fasilitas kamar pasien agar layak menerima pasien umum dan mendongkrak pendapatan daerah tanpa menyisakan SiLPA.
Berbeda halnya dengan RS Manembo-Nembo yang dinilai berhasil mendekati target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melihat potensi tersebut, DPRD langsung menaikkan tantangan target pendapatan RS Manembo-Nembo dari Rp60 miliar menjadi Rp75 miliar.
Louis turut mempertanyakan efisiensi belanja RS Kitawaya yang mengajukan pengadaan 12 unit AC 1 PK senilai Rp78 juta beserta komputer, di tengah minimnya jumlah kunjungan pasien.
Sementara di RS Noongan, legislator menyayangkan alat medis canggih seperti CT-Scan dan cath lab bernilai mahal yang justru menganggur hanya karena kendala daya listrik.
“Alat CT-Scan yang begitu mahal tidak bisa dimanfaatkan hanya karena alasan listriknya ndak mampu. Padahal kalau berfungsi, masyarakat sekitar pasti berobat ke sana,” cetusnya.
Kritik menutup pada kondisi Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) yang digambarkan bak “mati segan hidup pun tak mau”. Selain kerap kebanjiran saat musim hujan, fasilitas Bapelkes yang buruk membuat banyak calon penyewa tempat membatalkan niatnya.
Louis Schramm berjanji akan mengawal dukungan anggaran di Banggar agar Bapelkes dan fasilitas kesehatan lainnya mendapat pembenahan total.(vil)

Tinggalkan Balasan