SiteSulut com – Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM resmi membentuk Tim Transformasi Pendidikan GMIM.
Hal ini ditandai dengan pelantikan Penatua Febry Dien ST, M.Inf.Tech. (MAN) sebagai Ketua Tim Transformasi Pendidikan GMIM.
Prosesi pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Adolf Wenas.
Penunjukan Pnt. Febry Dien dinilai sangat tepat mengingat rekam jejak dan kapasitasnya di dunia pendidikan.
Saat ini, beliau juga mengemban amanah sebagai Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara.
Dengan kombinasi pengalaman birokrasi di bidang mutu pendidikan dan pelayanan gereja, kehadiran Pnt. Febry Dien diharapkan mampu membawa perubahan serta inovasi besar bagi tata kelola dan kualitas sekolah-sekolah di bawah naungan GMIM.
Dalam sambutannya, Ketua BPMS GMIM Pdt. Adolf Wenas berharap tim yang baru dilantik ini dapat bergerak cepat dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman.
“Transformasi pendidikan di lingkungan GMIM menjadi fokus penting demi melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter dan beriman kuat,”ujarnya.
Febry Dien, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen, menyampaikan rasa terima kasihnya atas amanah besar yang telah dipercayakan.
“Saya akan laksanakan tugas dengan baik dan tentu akan didukung oleh para wakil ketua, tim pengarah, dewan pakar, serta seluruh anggota tim,” ujar Febry
Febry juga memberikan apresiasi tinggi kepada BPMS GMIM yang dinilainya memiliki visi besar dalam memajukan dunia pendidikan, sejalan dengan misi pelayanan gereja untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan berdaya saing global.
Lebih lanjut, Febry membeberkan, Tim Transformasi Pendidikan GMIM secara umum, memikul tanggung jawab besar untuk melakukan perombakan total demi mewujudkan pendidikan GMIM yang bermutu tinggi dan mampu bersaing di kancah global.
Sementara untuk tugas khusus, fokus tim akan diarahkan pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Ada tiga pilar utama yang akan disasar:
• Pembenahan tata kelola sekolah agar lebih akuntabel dan berintegritas.
• Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, baik bagi guru (pendidik) maupun tenaga kependidikan.
• Pengembangan sarana dan prasarana pendidikan agar lebih berkualitas serta unggul.
”Tim juga akan melaksanakan tugas tambahan lain di bidang pendidikan dalam lingkungan Sinode GMIM. Jadi, tugas tim ini sangat krusial demi kemajuan pendidikan di lingkungan GMIM,” tegas Febry.
Menariknya, pelantikan dan sosialisasi ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Komitmen Bersama antara Yayasan AZR Wenas, BPMP Sulut, dan Kemendikdasmen sebagai bentuk sinergi nyata.
Struktur Tim Transformasi Pendidikan GMIM ini terbilang sangat solid dan diisi oleh deretan tokoh beken di bidang birokrasi dan akademisi.
Tercatat ada 26 nama yang masuk dalam struktur, mulai dari pelindung yang diisi oleh BPMS GMIM, hingga Dewan Pengarah yang dikomandoi oleh Pdt. Dr. Lucky Tumbelaka M.Th dan Pnt. Ir. Maurits Mantiri MM.
Untuk posisi Wakil Ketua, Febry Dien akan disokong oleh figur-figur kuat seperti Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut Dr. Femmy Suluh M.Si, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulut Aryanto Batara SP. M.Pd, Prof. Dr. Donal Ratu M.Pd. M.Hum, serta Dr. Ir. Ramon Tumiwa. Di posisi Sekretaris, dipercayakan kepada Pnt. Dr. Fietbert Raco (Kadis Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minsel) yang dibantu empat Wakil Sekretaris dan sembilan anggota.
Tak kalah mentereng, jajaran Dewan Pakar diisi oleh enam ilmuwan hebat. Salah satunya adalah fisikawan ternama Indonesia sekaligus Founder Surya Institute, Prof. Yohanes Surya, Ph.D.
Melalui sambungan daring, Prof. Yohanes Surya memberikan motivasi agar sekolah-sekolah GMIM bisa bertransformasi menjadi pusat peningkatan kualitas numerasi melalui metode Pembelajaran Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang telah sukses diterapkan di berbagai daerah. Selain Prof. Surya, duduk pula di jajaran dewan pakar Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Sompie M.Eng IPU Asean.Eng dan mantan Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Katuuk M.Pd.
”Kami sangat bangga dengan hadirnya Prof. Yohanes Surya yang bahkan bersedia menjadi Dewan Pakar Tim Transformasi Pendidikan GMIM,” pungkas Febry yang juga toko pendidikan di Sulawesi Utara.
Momentum penting bagi masa depan pendidikan Kristen di Sulawesi Utara ini turut disaksikan oleh puluhan anggota tim yang dilantik, serta dihadiri sekitar 700 kepala sekolah di bawah naungan Yayasan AZR Wenas dan para tamu undangan.(vil)

Tinggalkan Balasan