SiteSulut.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Perum Jasa Tirta II dan PT PLN Nusantara Power, 15-17 April 2026.
Kunjungan ini fokus pada peninjauan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan akselerasi Energi Baru Terbarukan (EBT).

Dalam kesempatan itu, politikus yang akrab disapa Tetty Paruntu ini menekankan bahwa Indonesia harus segera berdikari secara energi.
Menurutnya, potensi surya yang melimpah harus diubah menjadi energi nyata melalui penguatan investasi dan kolaborasi antar BUMN.

“Ini bukan sekadar pilihan, tapi keharusan untuk masa depan energi kita. Kita kawal agar transformasi ini cepat, tepat, dan berpihak pada kepentingan nasional,” ujar CEP.
Tak hanya bicara soal teknologi, CEP membawa aspirasi kuat dari daerah pemilihannya Sulawesi Utara.

Ia menyoroti penyusunan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) yang dianggapnya perlu lebih berpihak pada wilayah Indonesia Timur.
Ada beberapa poin penting yang ditegaskan CEP dalam pertemuan tersebut, pemerataan akses. Dimana Wilayah Sulawesi Utara harus mendapatkan perhatian proporsional dalam pengembangan energi bersih.
“Banyak daerah kepulauan di Sulut yang masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang mahal dan kurang ramah lingkungan. Dengan potensi alamnya, Sulawesi Utara layak menjadi motor penggerak energi bersih nasional,”tutur CEP mantan Bupati Minahasa Selatan dua periode.
CEP menegaskan bahwa dalam peta jalan energi nasional, Sulawesi Utara tidak boleh hanya menjadi pelengkap. Ia ingin provinsi tersebut masuk dalam prioritas strategis pemerintah.
”Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara, tidak boleh lagi berada di pinggiran perencanaan. Kami ingin keadilan energi agar pasokan listrik andal dan terjangkau sampai ke pelosok,” pungkas CEP yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI.(vil)

Tinggalkan Balasan