MANADO – Gedung cengkih DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) didatangi ratusan sopir angkutan kota (angkot) dari berbagai trayek di Kota Manado, Kamis (29/1/2026).

Kedatangan massa aksi ini bertujuan untuk memprotes pengoperasian kembali Bus Trans Manado yang dinilai mematikan mata pencaharian mereka.

Massa aksi diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter, didampingi anggota DPRD Amir Liputo dan Ruslan Abdul Gani serta didampingi Kepala Sub Bagian Analis Kebijakan Muda Sekretariat DPRD Sulut, Justman Entjaurau.

Dalam audiensi yang berlangsung di depan kantor rakyat tersebut, pihak DPRD menyatakan komitmennya untuk segera bergerak.

Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter menegaskan bahwa keluhan mengenai penurunan penghasilan sopir mikrolet akibat pengoperasian bus trans manado akan menjadi prioritas.

“Semua yang menjadi aspirasi akan kita tindaklanjuti secepat mungkin. Kami akan berkoordinasi dengan komisi terkait dan melaporkannya kepada Ketua DPRD sesuai mekanisme yang ada,” ujar Anter.
​Sebagai langkah konkret, DPRD Sulut berencana memanggil pihak-pihak terkait untuk duduk bersama.

“Saya berharap minggu depan sudah ada rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Kami akan mengundang perwakilan sopir angkot agar kita bisa mencari solusi bersama yang adil,” pungkasnya.(vil)