SiteSulut.com-Dunia pendidikan Sulawesi Utara (Sulut) diselimuti awan duka. Rektor pertama Universitas Negeri Manado (Unima), Prof. Dr. Jan Lukas Lambertus Lombok, berpulang ke pangkuan Sang Pencipta.

Kepergian sang tokoh menyisakan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan civitas akademika, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Bumi Nyiur Melambai.

​Kesedihan mendalam ini dirasakan betul oleh sang putra, Billy Lombok. Di mata Billy yang juga anggota DPRD Sulut, sang ayah adalah sosok akademisi sejati yang mengabdikan seluruh sisa hidupnya demi mencerdaskan bangsa.

​Ditemui di rumah duka tempat jenazah disemayamkan, di Kleak, Kecamatan Malalayang, Billy menceritakan bahwa kondisi kesehatan ayahandanya mulai menurun sejak satu setengah tahun terakhir.

Demi memastikan sang ayah mendapat perawatan terbaik, pihak keluarga bergantian menjaga Prof. Jan tanpa henti.

“Papa sudah drop sejak 1,5 tahun lalu. Namun tidak selalu di rumah sakit. Jadi saya dan keluarga tidak bisa tinggalkan papa. Dijaga terus,” ungkap Billy dengan nada lirih.

​Meski fisiknya terus melemah digerogoti penyakit, semangat Prof. Jan terhadap dunia pendidikan rupanya tak pernah padam.

Bahkan dari balik ranjang rumah sakit, pendiri sekaligus tokoh sentral perjalanan Unima ini masih terus memikirkan kampus tercintanya yang berada di Tondano.

“Papa bilang ingin pulang dari rumah sakit dan akan pergi ke Tondano karena mau lihat kelas di sana,” kenangnya.

Keluhuran hati Prof. Jan tidak berhenti di situ. Di masa-masa akhir hidupnya, ia masih menyempatkan diri menghubungi rekan-rekan sejawatnya di kampus.

​”Papa masih telepon dosen-dosen, tanya bagaimana kelas, siapa dosen yang masuk, apakah tugas-tugas berjalan lancar,” tutur Billy.

​Kepergian Prof. Jan Lombok meninggalkan jejak pengabdian yang panjang serta warisan pemikiran yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan tinggi di Sulut.

Jenazah akan dibawa ke kampung halaman di Desa Kumelembuai, Minahasa Selatan sebelum kembali ke Manado.

​Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, rangkaian prosesi pemakaman direncanakan akan berlangsung Sabtu, 6 Juni 2026 di Pekuburan Arimatea.

Selamat jalan Prof. Jan Lombok, dedikasi dan pengabdianmu akan selalu abadi di hati masyarakat Sulawesi Utara.(vil)