SiteSulut.com-Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), mendorong percepatan pemerataan akses listrik hingga ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Sulawesi Utara.

Meski rasio elektrifikasi di Sulut sudah menembus angka 99,99 persen, CEP menegaskan perjuangan belum usai selama masih ada warga yang gelap gulita.

​”Target kita bukan hanya 99,99 persen, tetapi 100 persen. Selama masih ada satu desa yang belum menikmati listrik, perjuangan itu belum selesai,” kata CEP.

​Secara khusus, Mantan Bupati Minahasa Selatan menyoroti delapan desa di kawasan kepulauan Sulawesi Utara yang masih membutuhkan pasokan listrik optimal. Desa-desa tersebut tersebar di dua kabupaten, meliputi Desa Kahakitang, Dalako Bembanehe, Taleko Batusaiki, Beeng, Para, dan Para I di Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta Desa Laingpatehi dan Pumpente di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

​Skrikandi cantik dari partai Golkar tersebut menekankan bahwa akses energi listrik di kawasan kepulauan bukan hanya soal penerangan di malam hari.

Lebih dari itu, CEP yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI mengungkapkan bahwa listrik merupakan fondasi dasar untuk mendongkrak perekonomian hingga mutu layanan publik masyarakat setempat.

“Listrik bukan sekadar sumber penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar CEP.

​Ia menambahkan, hadirnya aliran listrik secara merata akan langsung berdampak pada perbaikan mutu pendidikan, optimalisasi layanan kesehatan, hingga mendongkrak potensi ekonomi lokal warga pesisir dan kepulauan.

​Sikap konsisten ini memicu semangat CEP untuk terus mengawal aspirasi warga di senayan hingga seluruh desa teraliri listrik sepenuhnya.(vil)