SiteSulut.com-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud terus bergerak cepat membujuk para investor untuk menanamkan modalnya di wilayah perbatasan.
Langkah nyata ini ditunjukkan langsung oleh Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, saat menghadiri gelaran North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Manado, Jumat (7/8).
Forum investasi bergengsi hasil kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Utara dan Pemprov Sulut ini dibuka resmi oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus. Acara ini juga menghadirkan keynote speech langsung dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI.
Mengusung tema “Driving Value Creation: Advancing Downstream and Green Investment in North Sulawesi”, NSIF 2026 menjadi panggung strategis bagi para kepala daerah untuk memamerkan potensi unggulan wilayahnya di hadapan jajaran Pemprov Sulut, Forkopimda, perbankan, hingga para investor kawakan.
Bupati Welly Titah yang didampingi Kepala Dinas PUTR Kabupaten Talaud membuktikan kesiapan wilayahnya dalam mendukung investasi hijau dan berkelanjutan.
Salah satu momen menarik terjadi saat Bupati menyambangi stan pameran investasi milik Kabupaten Kepulauan Talaud.
Di booth sektor kelautan dan perikanan tersebut, dipamerkan beragam produk inovatif hasil olahan perikanan laut khas Talaud.
Tak ayal, stan milik bumi Porodisa ini langsung mencuri perhatian dan disambangi oleh:
• Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI
• Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus
• Para investor lokal dan mancanegara
Ditemui di sela-sela kegiatan, partisipasi aktif Pemkab Talaud dalam forum ini diharapkan mampu membuka kran kerja sama baru, khususnya di sektor hilirisasi perikanan dan infrastruktur pendukung.
“Langkah ini menjadi komitmen kuat kami untuk mempromosikan potensi Talaud ke tingkat nasional maupun internasional. Kita berharap lewat forum ini lahir kerja sama investasi strategis yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh perekonomian masyarakat Talaud,” ujar Bupati Welly Titah.
Dengan dorongan investasi berkelanjutan ini, wilayah kepulauan paling utara di Indonesia tersebut optimistis mampu mengakselerasi pembangunan dan menjadi magnet baru pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara.(vil)

Tinggalkan Balasan