SiteSulut.com-Hari ini, Sabtu (20/6/2026), menjadi momen yang sangat spesial dan penuh makna bagi Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah.

Orang nomor satu di kabupaten paling utara NKRI ini genap berusia 60 tahun.

Angka kepala enam ini bukan sekadar pergantian usia biasa, melainkan sebuah refleksi mendalam atas perjalanan hidup dan pengabdian di wilayah perbatasan.


Saat diwawancarai SiteSulut.com, Bupati Welly Titah tidak mampu menyembunyikan rasa harunya.

Ia mengungkapkan rasa syukurnya bisa mencapai usia 60 Tahun dan diberikan amanah memimpin daerah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga adalah bukti nyata dari penyertaan Tuhan yang begitu besar.

​”Hari ini, di hadapan Tuhan, dengan hati yang sangat bersyukur. Enam puluh tahun hidup di dunia ini, terutama diberikan kesempatan untuk mengabdi dan melayani di wilayah perbatasan, adalah anugerah terbesar dalam hidup saya. Ini semua bukan karena kekuatan saya, melainkan karena kemurahan Tuhan,” tutur Bupati

Bupati Welly Titah dengan penuh ketulusan, ia menegaskan komitmennya untuk terus membangun Kabupaten Talaud.

Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Talaud bukanlah sekadar halaman belakang yang terlupakan, melainkan etalase terdepan yang merepresentasikan kedaulatan Republik Indonesia.

“Usia 60 tahun adalah anugerah Tuhan, namun tanggung jawab menjaga kesejahteraan masyarakat di perbatasan adalah amanah yang harus terus diperjuangkan. Harapan saya, Talaud kian kokoh, mandiri, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ungkapnya tegas.

​Kebahagiaan Welly kian berlipat. Pasalnya, hari ulang tahunnya kali ini bertepatan persis dengan peringatan satu tahun masa kepemimpinan pasangan Bupati Welly Titah dan Wakil Bupati Anisya G. Bambungan dalam menakhodai Bumi Porodisa.

Satu tahun menahkodai wilayah kepulauan utara tentu memberikan banyak catatan reflektif bagi dirinya.

​Bupati yang dikenal sosial dan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat menyatakan, fokus utamanya hanya satu, yakni mengabdi sepenuhnya demi kemakmuran masyarakat Talaud.

“Di usia yang ke-60 tahun ini, fokus saya hanya satu: ingin berbuat lebih banyak lagi untuk kesejahteraan masyarakat Talaud. Saya tidak akan pernah berhenti berdoa dan berikhtiar agar upaya kita dalam membangun daerah ini dilancarkan, demi kesejahteraan kita bersama,” jelasnya dengan nada optimis.

​Ketika ditanya mengenai target jangka panjang untuk kabupaten paling utara tersebut, ia menjawabnya dengan penuh keyakinan. “Harapan ke depan, Talaud ya… mungkin akan lebih baik dari sekarang,” cetus Welly.

Kendati demikian, Bupati menyadari sepenuhnya bahwa membangun daerah kepulauan yang berada di garda terdepan nusantara tidak bisa dilakukan dengan mengandalkan satu tangan. Sinergi dan soliditas semua adalah kunci utama.

“Jadi, saya memohon kepada pemerintah yang ada, teman-teman yang membantu Bupati, harus sama-sama. Harus sama-sama membangun Talaud, bergandengan tangan demi Talaud yang lebih sejahtera,” imbuhnya mengimbau seluruh jajaran OPD dan pemangku kepentingan.

Bupati Welly Titah juga secara jujur mengakui, waktu satu tahun belumlah cukup untuk menuntaskan segala problematika di daerah kepulauan.

Masih banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang menanti, terutama dalam hal pemerataan infrastruktur dan konektivitas antarpulau.

Bupati tidak menampik adanya beberapa program infrastruktur yang masih berjalan dan masih dalam proses perjuangan.
“Oh, masih banyak PR. Iya. Masih banyak yang belum terselesaikan,”kata Welly apa adanya

Meski begitu, kejujuran tersebut disertainya dengan komitmen kuat. Menutup perbincangan, Welly kembali menggarisbawahi bahwa dengan kerja sama yang solid antara internal pemerintah daerah dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, semua PR tersebut akan mampu dibereskan.

“Selamat ulang tahun ke-60, Bupati Welly Titah, dan selamat memperingati satu tahun kepemimpinan Welly-Anisya. Semoga langkah kaki dalam memimpin gerbang utara NKRI selalu dituntun oleh Tuhan dengan penuh kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Porodisa. Sansiotte Sampate-pate.(vil)