SiteSulut.com – Data terbaru dari Dashboard Verifikasi dan Validasi (Verval) ATS Pusdatin Kemendikdasmen mengungkap tantangan besar dalam sektor pendidikan di wilayah Sulawesi Utara.
Berdasarkan laporan rekapitulasi, tercatat puluhan ribu anak di 15 kabupaten/kota masih masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah (ATS).
Data tersebut merinci tiga kategori utama penyebab ATS, yaitu: Belum Pernah Bersekolah, Putus Sekolah (Drop Out) di berbagai jenjang (kelas 1–12), serta Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dari total 15 kabupaten/kota yang terdata, Kota Manado mencatatkan angka tertinggi dengan total 7.447 anak yang masuk kategori ATS. Disusul oleh Kabupaten Minahasa sebanyak 5.311 anak dan Kabupaten Minahasa Selatan dengan 5.423 anak.
Berikut adalah rincian data untuk lima wilayah dengan angka ATS tertinggi:

Secara keseluruhan di wilayah tersebut, tren Drop Out (DO) paling banyak terjadi pada usia remaja, khususnya di jenjang SMA/SMK (Kelas 10, 11, dan 12). Angka tertinggi secara kumulatif berada pada Kelas 11 dengan jumlah mencapai 2.691 anak yang berhenti sekolah.
Selain itu, angka Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) juga cukup signifikan, terutama pada lulusan SMP (Kelas 9) yang tidak melanjutkan ke SMA dengan total mencapai 4.096 anak.
Meski data ini menunjukkan angka yang mengkhawatirkan dengan total residu mencapai 48.176 secara keseluruhan, pihak Pusdatin Kemendikdasmen memberikan catatan penting dalam laporan tersebut.
Disebutkan bahwa data ini merupakan tarikan dari dashboard verifikasi dan belum tentu mencerminkan kondisi riil 100%.
Data ini perlu diklarifikasi kembali ke instansi terkait di masing-masing wilayah untuk memastikan validitasnya di lapangan.
Menurut Kepala BPMP Sulawesi Utara,
Febry HJ Dien ST M.Inf.Tech (MAN), ada tiga akar masalah utama yang harus segera dibenahi.
1. Kualitas Guru: Febry menyoroti efektivitas pelatihan guru yang telah dilakukan dua tahun terakhir. “Sudah dilatih, bahkan ada yang ke luar daerah ujung tombaknya adalah guru. Jika hasil TKA masih rendah, berarti ada ketidakseriusan dalam menyerap pelatihan tersebut,” kritiknya.
2. Sarana dan Prasarana (Sarpras): Kondisi fisik sekolah, terutama sekolah swasta di bawah naungan yayasan (seperti GMIM), mendapat sorotan tajam. Banyak ditemukan ruang kelas yang bocor saat hujan, ketiadaan komputer, hingga toilet yang tidak layak. “Bagaimana mau berprestasi kalau mau belajar saja basah karena hujan?”
3. Manajemen Sekolah: Febry meminta dengan tegas agar pengelolaan pendidikan di kabupaten/kota dibebaskan dari kepentingan politik atau luar lainnya. “Pendidikan jangan diintervensi oleh hal-hal lain. Kepala sekolah dan pengawas harus profesional.”
Dikatakan Dien, laporan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan dinas pendidikan maupun kementerian untuk melakukan intervensi.
“Seperti program kembali ke sekolah atau optimalisasi jalur pendidikan nonformal, guna menekan angka anak tidak sekolah di masa mendatang,”ucap Dien, dalam acara ngopi bareng bersama Forum Wartawan DPRD Sulut, di Kantor BPMP Sulut, Selasa (12/5/2026)
Lanjut Dien, BPMP juga dalam waktu dekat akan bekerja sama dengan Lurah, Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk mengatasi faktor ekonomi dan sosial yang menjadi akar penyebab anak tidak sekolah.
“Dalam waktu dekat, BPMP dijadwalkan akan menggelar diskusi intensif guna merumuskan solusi konkret bagi penanganan ATS di wilayah tersebut,”tuturnya.
Ditambahkan Dien, Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sangat penting mengingat akar penyebab anak tidak sekolah sering kali bukan sekadar masalah akademik, melainkan dipicu oleh faktor ekonomi yang mendalam dan masalah sosial di lingkungan keluarga.
“Sehingga faktor kemiskinan atau kendala sosial lainnya tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak kita untuk mengenyam pendidikan. Dengan adanya kolaborasi ini, pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif, mulai dari bantuan sosial tepat sasaran hingga pendampingan psikologis bagi anak-anak yang rentan putus sekolah,”pungkas Dien yang juga Tokoh Pendidikan Sulawesi Utara.(vil)

Tinggalkan Balasan