SiteSulut.com-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) bergerak cepat memediasi polemik akses jalan di kawasan PT Meares Soputan Mining (MSM).
Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar bersama masyarakat Likupang pada Selasa (2/6) kemarin untuk mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak.
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak pernah menutup diri atau sengaja mempersulit mobilitas warga.
Presiden Direktur (Presdir) PT MSM/TTN, David Sompie, menjelaskan sejak awal pihaknya sudah mempersilakan pemerintah dan masyarakat untuk menggunakan jalan baru. Namun sayang, niat baik itu harus terganjal konflik sosial yang terjadi di lapangan.
”Kendalanya ini ekses dari proses ganti untung properti sejumlah KK di Tinerungan yang menolak jalan baru dibuka,” ungkap David Sompie.
Menurut David, aksi blokade yang dilakukan oleh sejumlah warga dipicu oleh rasa kekhawatiran. Warga cemas jika proses tukar guling selesai, pihak perusahaan akan lepas tangan dan tidak membayar ganti untung lahan mereka.
Menanggapi ketakutan tersebut, David langsung menepisnya secara tegas. Ia memastikan bahwa komitmen perusahaan tidak akan berubah.
“Kami berkomitmen, meskipun tukar guling dan jalan baru dibuka, proses ganti untung tetap jalan. Hanya saja, saat ini belum sepakat soal nilai ganti untung. Sebab, ada permintaan Rp2 juta bahkan sampai Rp5 juta per meter. Negosiasi masih terus berjalan,” beber David.
Dalam RDP tersebut, David yang didampingi oleh Group Head Sustainability & External Yustinus Hari Setiawan serta Stakeholder Relation Herry Rumondor, membeberkan rencana jangka panjang perusahaan untuk kenyamanan masyarakat sekitar.
Begitu akses jalan baru resmi dibuka, PT MSM/TTN berjanji akan langsung tancap gas memperbaiki jalan lama. Perbaikan ini dilakukan agar kualitasnya sesuai dengan spesifikasi jalan nasional dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Nantinya, masyarakat akan sangat diuntungkan karena memiliki dua jalur alternatif sekaligus yang mumpuni.
”Jadi nantinya akan ada dua jalan yang bisa digunakan. Estimasi kami, perbaikan jalan lama itu butuh waktu sekitar lima bulan. Itu target paling cepat,” pungkas David.

Tinggalkan Balasan