SiteSulut.com, Manado — Ketua DPRD Sulawesi Utara, dr. Fransiscus Andi Silangen, menemui massa aksi unjuk rasa dari Persatuan Mahasiswa Sulawesi Utara (Permsta) di gerbang Kantor DPRD Sulut, Rabu (4/11/2026).

Dengan tenang, Fransiscus keluar dari gedung dewan didampingi anggota DPRD Roy Roring, Hillary Tuwo, serta Sekwan Niklas Silangen untuk meredam tensi massa yang mendesak masuk ke dalam area kantor DPRD Sulut.

​”Kalian semua mahasiswa, kelompok terpelajar. Saya lihat bawa salib. Mari berdialog dengan kasih,” kata Fransiscus di hadapan kerumunan massa.

​Politisi senior PDI Perjuangan Dapil Nusa Utara tersebut kemudian memimpin doa bersama di lokasi unjuk rasa.

Usai berdoa, Fransiscus menegaskan bahwa gedung DPRD Sulut terbuka untuk menerima aspirasi dan menawarkan dialog formal kepada 20 orang perwakilan organisasi mahasiswa.
​
Meski demikian, penawaran perwakilan tersebut ditolak oleh massa aksi. Pengunjuk rasa bersikeras agar seluruh peserta aksi diperbolehkan masuk ke pelataran gedung dewan.
​
“Gedung ini milik rakyat. Kalian wakil rakyat tapi kenapa kami dihalangi?” ujar salah satu orator di lokasi.

​Sebelum merapat ke Gedung DPRD Sulut, massa aksi yang terdiri dari gabungan berbagai organisasi kemahasiswaan seperti HMI, GMNI, GMKI, dan perwakilan elemen perguruan tinggi di Sulawesi Utara berkumpul di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi Weru.

​Dalam aksi ini, massa membawa sejumlah tuntutan terkait isu daerah dan nasional, di antaranya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengusutan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), serta tuntutan realisasi 19 lapangan pekerjaan.