SiteSulut.com-Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, resmi membuka Open Turnamen Bupati Sangihe Cup 2026 di GOR Membara Manente Tahuna, Senin (13/4).

Ajang tinju bergengsi ini diikuti oleh ratusan petinju dari berbagai penjuru tanah air.

Ketua Panitia, Johanis Pilat, melaporkan bahwa sebanyak 337 petinju dari 36 sasana telah mendaftar. Mereka mewakili lima provinsi besar, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, hingga Papua Barat.

“Pelaksanaan turnamen ini berlangsung selama enam hari, mulai Senin 13 hingga Sabtu 18 April 2026,” ujar Johanis.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghidupkan olahraga tinju. Menurutnya, Sangihe sudah lama dikenal sebagai “gudang” petinju berbakat di Indonesia.

“Pemkab Sangihe terpanggil menggelar ajang ini karena tinju adalah olahraga yang kerap mengharumkan nama daerah di kancah nasional,” kata Michael.

Ia berharap para atlet lokal Sangihe dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu dan pengalaman dari petinju luar daerah.

“Lewat ajang ini, petinju kita saling belajar. Karena yang bertarung saat ini bukan hanya atlet lokal, tapi ada petinju dari luar daerah yang punya jam terbang tinggi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Michael menjelaskan bahwa Open Turnamen ini merupakan ajang pemanasan yang krusial sebelum menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri di Sulawesi Utara yang dijadwalkan pada Juli mendatang.
​”Ini adalah persiapan sebelum menghadapi PON Beladiri. Saya berharap petinju Sangihe dapat ikut serta dan mengukir prestasi di sana,” harapnya.

​Di hadapan para ofisial, Michael memberikan peringatan keras kepada wasit dan hakim agar bekerja secara objektif. Ia menekankan bahwa kualitas turnamen dan mental atlet bergantung pada keadilan di atas ring.

“Tolong wasit menilai dengan adil. Kami titipkan masa depan dan mental atlet lewat ajang ini,” tegas Michael.

Ia menjamin tidak ada intervensi atau “pemain titipan” dalam turnamen ini. Semua atlet, baik lokal maupun tamu, akan diperlakukan sama di hadapan aturan.

“Tidak ada titipan di sini. Semua diberlakukan adil, supaya yang menjadi juara memang mereka yang paling pantas,” pungkasnya.(vil)