SiteSulut.com – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara, Royke Anter, menyoroti minimnya perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terhadap cabang olahraga otomotif.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat Pembahasan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Provinsi Sulut Tahun Anggaran 2026 bersama Badan Anggaran DPRD dan TAPD, di ruang rapat paripurna, Selasa (1/9/2026).

Royke mengungkapkan, dirinya sudah dua kali mendampingi pembalap lokal bertanding di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Sirkuit Mandalika.

Meski berhasil meraih podium, seluruh biaya operasional terpaksa ditanggung secara mandiri tanpa ada kucuran dana dari pemerintah daerah.

“Saya dua kali membawa pembalap ke Mandalika. Dua kali podium dua-dua mengikuti Kejurnas, tapi tidak pernah disupport oleh Pemerintah Provinsi. Kami pakai biaya sendiri,” ujar Royke.

Menurutnya, para pembalap bertanding bukan hanya membawa nama pribadi, melainkan mengibarkan bendera Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulut dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Ia pun meminta Ketua TAPD dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk mengalokasikan anggaran, terlebih seri penutup Kejurnas akan berlangsung pada Oktober mendatang.

“Tolong nanti dianggarkan juga. Ini sudah membawa nama baik Sulawesi Utara. Nanti ada seri terakhir bulan Oktober, kiranya bisa disupport,” tegasnya.

​Menanggapi keluhan tersebut, Ketua TAPD Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, menyatakan bahwa usulan dukungan anggaran untuk sektor otomotif akan masuk dalam bahan pertimbangan dan kajian teknis di Dispora.

Namun, realisasinya tetap bergantung pada kondisi keuangan daerah.

​”Kalau otomotif tadi bagian dari usulan lainnya yang akan kita pertimbangkan dan kaji di Dispora. Kalau anggarannya mencukupi ya mungkin, tapi kalau tidak mencukupi, ya sebatas anggaran yang ada dulu kita laksanakan,” pungkas Tahlis.(vil)