MANADO – Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara, Moktar Arunde Parapaga, angkat bicara terkait penambahan mesin listrik baru berkapasitas 800 KW di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Meski menyambut baik langkah ini, ia memberikan catatan penting agar mesin yang dihadirkan benar-benar dalam kondisi baru dan prima.

​Moktar menegaskan, jangan sampai pengalaman pahit di masa lalu terulang kembali, di mana mesin yang didatangkan diklaim baru namun ternyata barang bekas yang sering mengalami kerusakan.


​”Saya berharap berdasarkan pengalaman lalu, baru tapi bekas. Nah, ini yang harus kita perhatikan. Jangan sampai hadirnya baru tapi barangnya juga sama dengan yang lalu, seperti kasus di Lirung,” ujar Moktar saat memberikan keterangan, usai rapat paripurna LKPJ Gubernur, digedung Cengkih, Rabu (25/3/2026).

​Dikatakannya, perjuangan untuk menghadirkan tambahan daya ini adalah proses panjang.

Ia pun mengajak jajaran Pemerintah Kabupaten Talaud dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati, hingga DPRD, untuk memperketat pengawasan.

​”Saya berharap kehadiran mesin ini menjadi solusi konkret bagi masyarakat agar tidak lagi dihantui pemadaman bergilir yang tidak menentu,”ucapnya.

Menurut mantan Wakil Bupati Talaud Tahun 2020-2025 akan mengawal bahwa ini betul barang baru dan berfungsi sehingga mati padam itu sudah tidak ada.

“Kalaupun padam karena kondisi alam, itu force majeure. Tapi yang kita inginkan adalah mesin yang mampu menghadirkan listrik tanpa padam-padam,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Moktar memproyeksikan bahwa kestabilan listrik di wilayah perbatasan akan menjadi magnet bagi para investor.

Selama ini, kendala utama lambatnya pertumbuhan ekonomi di Talaud adalah minimnya ketersediaan daya listrik.

Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan ada investor besar yang melirik Talaud melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“Selama ini investasi terhambat masalah listrik. Saya akan melakukan pembicaraan khusus dengan Gubernur Sulawesi Utara sekembalinya dari Jakarta. Dimana peran Provinsi untuk melakukan pengawasan dan evaluasi percepatan pembangunan di wilayah perbatasan sesuai instruksi Gubernur,”jelasnya.

“Tugas saya adalah mengawasi dan mengevaluasi pembangunan di wilayah perbatasan. Saya akan ke sana (Talaud) berdasarkan perintah Pak Gubernur untuk memastikan semuanya berjalan lancar,” pungkasnya.(vil)