SiteSulut.com-Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jahja Rondonuwu, meminta para kepala sekolah di wilayahnya untuk bersikap terbuka dan tidak menghindari insan pers guna mewujudkan transparansi publik serta meningkatkan kualitas pendidikan daerah.

“Jangan anti-kritik, jangan alergi wartawan juga. Keterbukaan informasi itu penting supaya program-program di sekolah bisa disampaikan ke masyarakat,” ujar Jahja, saat diwawancarai dikantornya, Rabu (18/8/2026).

​Ia menekankan bahwa usai dilantik, pihaknya terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah demi mewujudkan pendidikan berkualitas di Sulut.

Menurut Jahja, media massa memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi positif, seperti capaian prestasi siswa maupun program pembangunan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, para kepala sekolah diharapkan tidak bersikap tertutup atau menghindar saat dikonfirmasi oleh wartawan.

​Ia menilai, kritik dan masukan konstruktif dari insan pers justru menjadi bagian penting untuk mendeteksi serta membenahi berbagai kekurangan fasilitas pendidikan di lapangan.

“Kalau ada kritik yang membangun, terima. Misalkan ada sekolah yang rusak tapi belum terdata atau belum diusulkan, media bisa membantu menyampaikan informasi itu. Kadang-kadang kita tidak tahu kondisi di lapangan kalau tidak dilaporkan,” terangnya.

​Lanjut Jahja, sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait percepatan pembenahan infrastruktur pendidikan serta fasilitas umum.

Saat ini, Dinas Pendidikan Sulut sedang menyiapkan konsep pendataan menyeluruh agar sekolah-sekolah yang membutuhkan rehabilitasi dapat segera diakomodasi dalam penganggaran tahun berikutnya.

​”Semua ini demi kemajuan pendidikan dan masa depan anak-anak kita. Jangan lari, jangan malu. Mari kita sama-sama terbuka untuk kemajuan bersama,” kata Jahja.(vil)