SiteSulut.com– Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola data dari tingkat terbawah.
Langkah nyata ini dibuktikan dengan dibukanya Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang digelar di Kampung Pokol, Kecamatan Tamako, Rabu (6/5).
Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari.
Program yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sangihe ini ditandai dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Program Desa Cantik.
Langkah tersebut diharapkan menjadi landasan kuat untuk mendongkrak literasi statistik serta kapasitas aparatur kampung dalam mengelola data yang akurat, berkualitas, dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPS Sangihe Eko Siswanto, unsur Forkopimca, para pejabat pimpinan tinggi pratama Pemkab Sangihe, Camat Tamako, para Kapitalaung (Kepala Desa), serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa data bukanlah sekadar angka, melainkan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Pengelolaan data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
“Penguatan kapasitas desa dalam mengelola data statistik ini sangat penting. Tujuannya agar perencanaan pembangunan ke depan bisa lebih terarah dan terukur,” ujar Michael.
Tak hanya pencanangan Desa Cantik, momentum ini juga dirangkaikan dengan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinkronisasi data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Lewat sinergi ini, Pemkab Sangihe optimistis dapat mewujudkan Satu Data Sangihe yang terintegrasi langsung dengan program nasional Satu Data Indonesia.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswanto, menjelaskan bahwa program Desa Cantik ini sebenarnya bukan hal baru. Program pemutakhiran data ini sudah berjalan konsisten selama tiga tahun terakhir di Sangihe.
• Tahun 2023: Dimulai di Kampung Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara.
• Tahun 2025: Dilaksanakan di Kampung Kuma I, Kecamatan Tabukan Tengah.
• Tahun 2026: Diperluas di tiga kampung sekaligus di Kecamatan Tamako, yaitu Kampung Nagha I, Bebu, dan Pokol.
”Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab BPS sebagai lembaga statistik dalam mendukung perencanaan dan kebijakan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” jelas Eko.
Untuk tahun ini, BPS Sangihe tidak hanya melakukan pembinaan konvensional, melainkan membawa terobosan digitalisasi. BPS bakal melakukan pembinaan pemutakhiran data sosial ekonomi berbasis teknologi.
“Kami akan membuat aplikasi untuk pengumpulan data berbasis android untuk Kampung Nagha I, Pokol, dan Bebu. Aplikasi ini akan kami serahkan ke desa dan harapannya bisa dipakai di seluruh desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ungkap Eko.
Selain aplikasi, BPS juga akan memfasilitasi pembuatan website khusus bagi ketiga kampung tersebut. Website ini nantinya berfungsi menampilkan indikator-indikator data yang telah dikumpulkan agar transparansinya terjaga.
“Dengan instrumen pendataan yang sudah kami siapkan, kami berharap aparat kampung ke depan memiliki pola pikir (mindset) dan rancangan mandiri dalam mengelola data mereka sendiri,” pungkas Eko.(vil/*)

Tinggalkan Balasan