SiteSulut.com-Mantan Bupati Sitaro, Chyntia Kalangit, tak kuasa menahan kesedihan saat tiba di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Chyntia terseret dalam pusaran dugaan tindak pidana korupsi terkait bantuan bencana Gunung Ruang.
Pantauan di lokasi, Chintya tiba dengan pengawalan ketat.
Chyntia turun dari mobil tahanan dengan kondisi tangan terborgol dan mengenakan rompi khas tahanan kejaksaan. Ia dikawal oleh sejumlah petugas penjaga tahanan wanita menuju ruang pemeriksaan.
Langkahnya tampak gontai, namun suaranya terdengar lantang saat melihat awak media.
Di hadapan kamera, Chyntia berulang kali meneriakkan nama Presiden Prabowo Subianto.
Ia memohon agar orang nomor satu di Indonesia itu memantau langsung proses hukum yang tengah menjeratnya.
“Saya hanya meminta kepada Pak Prabowo untuk… tolong diawasi… tolong diawasi kasus ini, tolong. Tolong diawasi kasus ini, tolong dilihat secara objektif. Pak Prabowo tolong saya, Pak Prabowo tolong saya!” serunya dengan nada bergetar.
Tak hanya kepada Presiden, Chintya juga meminta bantuan kepada para wakil rakyat di Senayan, khususnya Komisi III DPR RI yang membidangi hukum.
Ia berharap ada transparansi dalam pengusutan kasus korupsi dana Gunung Ruang tersebut.
Sebelum memasuki lift gedung Kejati, Chyntia sempat berhenti sejenak dan memberikan pernyataan yang cukup provokatif mengenai nasibnya.
Ia menegaskan bahwa jeruji besi tidak akan menghentikan perjuangannya mencari keadilan.
”Saya mungkin bisa dipenjara, tapi kebenaran tidak akan bisa dipenjara! Tolong diperiksa secara objektif!” pungkasnya sebelum dibawa masuk oleh petugas.
Chyntia Kalangit diperiksa terkait dugaan penyimpangan dana penanggulangan bencana erupsi Gunung Ruang yang terjadi saat dirinya masih menjabat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Tinggi Sulut masih melakukan pemeriksaan intensif untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke pengadilan.(vil)

Tinggalkan Balasan