SiteSulut.com Ancaman musim kemarau akibat fenomena El Nino di Kabupaten Kepulauan Sangihe mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak bersama mengantisipasi dampak buruk dari kemarau yang diperkirakan berlangsung berkepanjangan.

​Menurut Michael, meningkatnya intensitas kemarau saat ini tidak hanya berdampak pada penurunan debit air bersih secara drastis, tetapi juga sangat rawan memicu bencana kebakaran lahan maupun permukiman.

“Sehingga kita semua harus turut berhati-hati dengan kondisi musim kemarau ini,” tegas Michael.

Orang nomor satu di Tanah Tampungang Lawo tersebut menjabarkan sejumlah aktivitas berisiko tinggi yang wajib dihindari warga selama kemarau. Di antaranya adalah melarang keras pembukaan lahan dengan cara dibakar, menghentikan kebiasaan membakar sampah rumah tangga secara sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di sembarang tempat.

​Selain kewaspadaan terhadap bahaya api, efisiensi penggunaan air juga menjadi poin krusial yang ditekankan. Warga diminta lebih bijak dalam memanfaatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan harian agar dapat bertahan di tengah penurunan sumber air.

“Di saat kemarau dengan intensitas tinggi saat ini, saya mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih serta menjaga lingkungan masing-masing, terlebih jangan melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran,” pungkasnya.(vil/*)