SiteSulut.com- Persoalan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Kota Manado dan sekitarnya hingga kini seolah menemui jalan buntu.

Hingga saat ini, pemandangan truk-truk besar yang mengantre panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih menjadi
“pemandangan rutin” yang dikeluhkan masyarakat.

​Pantauan di lapangan, Pukul 08.49 WITA  menunjukkan bahwa belum ada solusi konkret dari pihak terkait untuk mengurai benang kusut ini.

Antrean kendaraan bermesin diesel masih mengular, memakan badan jalan, dan memicu kemacetan di beberapa titik vital kota.

​Kondisi paling memprihatinkan terpantau di kawasan Kairagi. Di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi, sejumlah kontainer dan truk besar tampak terparkir berderet di pinggir jalan. Ironisnya, kendaraan-kendaraan besar ini seolah “tak bertuan” karena ditinggal begitu saja oleh pengemudinya saat menunggu giliran mengisi solar.

Keberadaan armada raksasa yang parkir liar ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan lain. Minimnya penerangan di malam hari ditambah badan jalan yang menyempit akibat parkiran truk tersebut memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas.

“Ini sudah sangat mengganggu. Jalur ini kan jalur cepat, kalau banyak kontainer parkir sampai makan badan jalan begini, taruhannya nyawa pengguna jalan,” ujar Dwi salah satu warga yang melintas, Kamis (30/4/2026).

​Kondisi yang terus berlarut ini memicu desakan agar instansi terkait, baik Dinas Perhubungan maupun pihak kepolisian, segera mengambil langkah tegas.

Masyarakat meminta adanya pengawasan ketat dan sanksi bagi pemilik armada yang membiarkan kendaraannya parkir sembarangan di area publik.

Hingga berita ini diturunkan, antrean di beberapa SPBU di Manado belum menunjukkan tanda-tanda akan normal kembali.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan Pertamina segera duduk bersama mencari solusi permanen agar distribusi solar tidak lagi melahirkan masalah baru di jalan raya.(vil)