SiteSulut.com-Aktivitas geologis gempa bumi tektonik yang terjadi beruntun di wilayah Sulawesi Utara berdampak pada infrastruktur telekomunikasi nasional.

Sebagian kabel serat optik bawah laut milik BAKTI Kemkomdigi pada jalur Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane–Morotai mengalami kerusakan dan terputus.

​Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas layanan konektivitas di tiga wilayah kepulauan terluar, yakni Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

​Guna memastikan pemulihan jaringan berjalan lancar dan meminimalisir gangguan, Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah didampingi, Kadis Kominfo Sthela Bentian mengikuti sosialisasi dan koordinasi perbaikan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane-Morotai.

Bakti-Komdigi mengundang seluruh pihak terkait untuk berkoordinasi dalam penanganan dampak teknis di lapangan.

​Di tengah proses perbaikan kabel bawah laut tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) bergerak cepat memastikan pasokan internet di area terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) tetap terjaga.

​Salah satu langkah krusial yang dioptimalkan adalah pemanfaatan Satelit Republik Indonesia-1 (SATRIA-1) melalui program BAKTI Akses Internet (AKSI). Saat ini, SATRIA-1 telah menjangkau 286 lokasi layanan publik di wilayah Nusa Utara (Sangihe, Talaud, dan Sitaro).

​Berdasarkan data pemanfaatan, koneksi internet satelit ini disalurkan melalui kapasitas Beam 74, 78, dan 116. Tulang punggung komunikasi cadangan ini difokuskan penuh untuk menjaga agar operasional sektor-sektor vital masyarakat tidak melumpuh total.

​Fokus utama penyaluran internet berbasis satelit ini diarahkan pada fasilitas pemerintahan dan pendidikan. Tercatat sebanyak 159 lokasi merupakan kantor pemerintahan daerah dan 101 lokasi adalah fasilitas sekolah.

Berikut rincian sebaran titik akses internet BAKTI AKSI di tiga kabupaten kepulauan Sulawesi Utara:
• ​Kabupaten Kepulauan Sangihe (106 Lokasi / Beam 78):
◦ ​Pemerintahan: 47 lokasi
◦ ​Pendidikan: 51 lokasi
◦ ​Kesehatan: 6 lokasi
◦ ​Pertahanan & Keamanan (Hankam): 1 lokasi
◦ ​Pusat Kegiatan Masyarakat: 1 lokasi
• ​Kabupaten Kepulauan Talaud (132 Lokasi / Beam 78 & 116):
◦ ​Pemerintahan: 87 lokasi
◦ ​Pendidikan: 30 lokasi
◦ ​Pertahanan & Keamanan (Hankam): 7 lokasi
◦ ​Kesehatan: 4 lokasi
◦ ​Wisata: 2 lokasi
◦ ​Pusat Kegiatan Masyarakat: 2 lokasi
• ​Kabupaten Kepulauan Sitaro (48 Lokasi / Beam 74 & 78):
◦ ​Pemerintahan: 25 lokasi
◦ ​Pendidikan: 20 lokasi
◦ ​Kesehatan: 2 lokasi
◦ ​Pertahanan & Keamanan (Hankam): 1 lokasi

Dengan hadirnya dukungan konektivitas berbasis satelit SATRIA-1 ini, pelayanan publik, proses belajar-mengajar, hingga fasilitas kesehatan di kawasan perbatasan negara diyakini tetap dapat berjalan optimal dan setara dengan wilayah lainnya di Indonesia meski proses perbaikan kabel laut sedang berlangsung.

Menanggapi langkah cepat ini, Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah menyambut positif pengoptimalan akses internet satelit di wilayah perbatasan.
Menurutnya, keberadaan SATRIA-1 sangat vital untuk menjaga denyut pelayanan publik di Talaud saat jaringan utama terganggu.

“Kami menyadari tantangan alam di wilayah kepulauan sangat tinggi, termasuk gempa yang berdampak pada kabel bawah laut. Namun dengan masuknya pemanfaatan SATRIA-1, roda pemerintahan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas belajar anak-anak di Talaud tetap bisa berjalan tanpa terisolasi,” ujar Welly Titah.

Ia juga berharap proses perbaikan infrastruktur Palapa Ring Tengah dapat berjalan lancar agar jaringan telekomunikasi kembali normal sepenuhnya.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kepulauan Talaud, Sthela Bentian, membenarkan adanya peningkatan kapasitas layanan satelit SATRIA-1 di titik-titik krusial wilayahnya untuk menjaga konektivitas masyarakat.

Lanjut Bentian, meski terjadi penurunan kapasitas layanan sementara, masyarakat Talaud tidak perlu khawatir karena jaringan kita tetap ditopang oleh hadirnya satelit SATRIA-1.

​”Peningkatan kapasitas layanan satelit SATRIA-1 dialokasikan di beberapa lokasi strategis, seperti di kawasan Pantai Indah Melonguane, Monumen Patung Tuhan Yesus Memberkati, hingga di Kantor Dinas Kominfo sendiri,” jelas Sthela Bentian.

Meski begitu, ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan teknis yang dialami warga akibat penyesuaian jaringan ini.

​”Atas nama Pemerintah Daerah, kami menyampaikan permohonan maaf atas penurunan kapasitas layanan yang terjadi sementara waktu. Kami terus berkoordinasi agar perbaikan infrastruktur ini bisa tuntas secepatnya,”pungkasnya.(vil)