SiteSulut.com— Layanan telekomunikasi dan internet di wilayah Nusa Utara, khususnya Kabupaten Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Sitaro, diperkirakan akan mengalami gangguan/putus layanan sementara selama 12 hari, mulai 31 Juli hingga 11 Agustus 2026.

​Hal tersebut menyusul adanya pelaksanaan kegiatan perbaikan kabel serat optik bawah laut milik Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo pada proyek Palapa Ring Tengah segmen Melonguane – Morotai.

Perbaikan ini dilakukan akibat ditemukannya kerusakan berupa serat optik yang putus di dalam kabel akibat aktivitas alam gempa bumi tektonik.

Surat pemberitahuan resmi mengenai kegiatan perbaikan tersebut disampaikan BAKTI Kominfo melalui surat nomor 2109/KOMINFO/BAKTI.31.4/HM.02.01/07/2026 tertanggal 21 Juli 2026 yang ditujukan kepada jajaran Pemerintah Daerah dan Forkopimda di tiga kabupaten terkait.

​Rangkaian pemeliharaan ini dijadwalkan berlangsung sejak 8 Juli hingga 16 Agustus 2026. Namun, tahap krusial berupa Restoration/Marine Operation akan berdampak langsung pada terputusnya layanan tulang punggung (backbone) Palapa Ring.

Perbaikan secara teknis dilaksanakan oleh PT Len Telekomunikasi Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah melalui, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Talaud, Sthela Bentian, mengimbau agar masyarakat dan instansi pemerintah dapat memaklumi serta bersiap menghadapi potensi gangguan jaringan sementara ini.

“Pemerintah Daerah telah menerima surat pemberitahuan dari BAKTI Kominfo terkait perbaikan sistem kabel bawah laut segmen Melonguane – Morotai yang rusak imbas aktivitas gempa bumi tektonik,” ujar Stela Bentian.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan kami memohon pengertian dan kerjasama kepada seluruh masyarakat, para pelaku usaha, serta instansi pemerintah atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat terganggunya layanan internet selama beberapa hari ke depan,” ungkapnya.

Lanjutnnya, langkah perbaikan krusial ini dilakukan BAKTI demi menjamin kualitas dan keandalan jaringan telekomunikasi kita ke depannya agar semakin optimal.

“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar proses pemeliharaan di laut dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” pungkas Sthela.

​Pihak BAKTI Kominfo dan PT Len Telekomunikasi Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang ditimbulkan dan berupaya meminimalkan gangguan agar aktivitas masyarakat tetap terlaksana sebaik mungkin.

Dukungan dari jajaran Pemda dan aparat setempat sangat diharapkan demi kelancaran proses Marine Operation ini.(vil)