SiteSulut.com- Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul ditemukannya laporan satu kasus infeksi Hantavirus di wilayah tersebut.

Temuan ini menjadi perhatian serius lantaran kasus Hantavirus tergolong relatif jarang terjadi di Indonesia, khususnya di Pulau Sulawesi.

Merespons hal itu, Anggota DPRD Sulut, Louis Schramm, meminta masyarakat untuk tidak lengah dan tetap mengantisipasi potensi penyebaran virus tersebut.

​”Informasi tersebut masih akan kita cek, dan masyarakat untuk tetap terus antisipasi dan waspada,” kata Louis kepada wartawan, Selasa (25/5/2026).

​Louis, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut ini, menekankan pentingnya langkah mitigasi agar penularan tidak semakin meluas di tengah masyarakat.

“Jangan sampai kita kecolongan. Kuncinya adalah transparansi informasi dan respons cepat di lapangan agar tidak timbul kepanikan di tengah masyarakat,” tambah Louis yang juga Ketua DPC Gerindra Manado.

Beliau juga mengimbau fasilitas kesehatan di seluruh kabupaten/kota di Sulut untuk memperketat deteksi dini.

“Saya meminta seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga Rumah Sakit Rujukan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Jika ada warga dengan gejala yang mengarah ke Hantavirus, terutama yang memiliki riwayat kontak dengan area yang rawan tikus, harus segera ditangani sesuai prosedur penanganan penyakit zoonosis,” tegasnya.

​Berdasarkan dilansir dari instagram Celebest.id,  keterangan Dinas Kesehatan setempat, pasien yang terinfeksi Hantavirus saat ini sudah dievakuasi dan tengah mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan rujukan.

Langkah cepat pun langsung diambil oleh pihak berwenang. Tim kesehatan telah melakukan pelacakan kontak (contact tracing) serta penyelidikan epidemiologi di lapangan.

Langkah ini diambil untuk memastikan memutus rantai penularan sejak dini.

Pemerintah Daerah Sulawesi Utara menegaskan bahwa situasi saat ini masih dalam kendali. K

Kendati demikian, masyarakat diminta tidak meremehkan situasi dan tetap menjaga kewaspadaan.

Edukasi mengenai cara pencegahan dan pengenalan gejala virus ini juga terus digencarkan ke warga.

Hantavirus adalah jenis virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus.

​Penularan kepada manusia biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel virus yang bersumber dari urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang telah terinfeksi.

Masyarakat perlu mengenali gejala awal Hantavirus yang sekilas mirip dengan flu biasa, antara lain, demam tinggi, nyeri otot dan kelelahan parah (fatigue).

​Namun, jangan dianggap enteng. Dalam kondisi yang memburuk, infeksi virus ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan yang sangat serius.

​Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa penyakit zoonotik (penyakit yang menular dari hewan ke manusia) seperti Hantavirus bisa muncul kapan saja. Terutama di wilayah yang memiliki interaksi tinggi antara manusia dan lingkungan alami.

Untuk mencegah masuknya virus ini ke lingkungan rumah, masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah berikut:
1. ​Jaga Kebersihan Lingkungan: Hindari kontak langsung dengan tikus, sarang, maupun kotorannya.
2. ​Sanitasi Rumah: Tutup celah-celah kecil yang berpotensi menjadi jalan masuk tikus ke dalam rumah.
3. ​Amankan Makanan: Simpan bahan makanan dalam wadah yang tertutup rapat agar tidak diendus atau dijamah hewan pengerat.

Pihak otoritas kesehatan kembali menegaskan bahwa peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama memutus potensi penyebaran Hantavirus di Sulawesi Utara.(vil)