TALAUD – Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud, Dona Framita Tine, SE berkomitmen penuh mengawal Aspirasi masyarakat hasil dari agenda Masa Reses I Tahun Sidang 2025/2026 baru – baru ini.
Dona melaksanakan Reses di Dapil II, di tiga titik Wilayah Kecamatan Gemeh tepatnya di Desa Taturan, Arangkaa dan Desa Malat.

Berdasarkan hasil reses, terdapat beberapa aspirasi penting yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, di antaranya, permintaan rehab berat/bangun baru jalan rabat beton dan drainase di area pemukiman penduduk di Desa Taturan, perbaikan akses jalan menuju objek wisata unggulan Batu Kulintang, pembangunan ruang ganti/Toilet di lokasi Wisata Pantai Sarocco, guna meningkatkan ekonomi lokal, pengelolaan air bersih yang lebih layak untuk konsumsi harian warga serta keluhan terkait pemadaman listrik yang masih sering terjadi.
Selain itu terdapat aspirasi masyarakat Desa Arangkaa dan Desa Malat perihal pembangunan segera talud pengaman abrasi pantai yang sudah mengancam area pemukiman penduduk, berdasarkan hasil cek on the spot yang dilakukan oleh Anggota DPRD dalam rangkaian pelaksanaan Reses memang kondisi dampak abrasi pantai sudah sangat memprihatinkan, perlu ada intervensi anggaran dari Pemerintah Pusat karena penanganannya membutuhkan anggaran cukup besar.
Dalam pertemuan tatap muka tersebut, Dona menegaskan bahwa, aspirasi yang dititipkan masyarakat bukan sekadar catatan, melainkan tanggung jawab yang akan ia perjuangkan di kursi parlemen.
“Semua masukan, keluhan, maupun proposal yang diajukan masyarakat akan saya rangkum menjadi dokumen resmi aspirasi masyarakat untuk diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dalam Sidang Paripurna nantinya. Aspirasi masyarakat harus dikawal dan diperjuangkan agar masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027″ujar Dona yang juga sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud, Anggota Komisi II DPRD Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan, juga sebagai peraih suara terbanyak di Dapil II.
Bukan hanya soal pembangunan fisik, masyarakat juga blak-blakan mengeluhkan kualitas birokrasi.
Dona menerima laporan adanya pelayanan di beberapa instansi atau dinas yang dianggap tidak optimal bahkan terkesan tebang pilih dalam melayani warga.
“Keluhan ini masih akan kita dalami. Saya tidak ingin ada sekat dalam pelayanan publik, semua warga memiliki hak yang sama. Jika terbukti ada oknum atau instansi yang sengaja memperlambat atau membeda-bedakan warga, tentu harus ada evaluasi total dan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.”kata dona yang dikenal vocal.
Ada yang menarik dalam agenda reses kali ini. Dona Framita Tine melakukan langkah nyata dengan menghadirkan narasumber dari pihak PLN ULP Beo.
Kehadiran pihak PLN dimaksudkan agar masyarakat bisa mendapatkan jawaban langsung dan solusi teknis terkait permasalahan kelistrikan yang selama ini dikeluhkan oleh warga di wilayah Kecamatan Gemeh.
“Ini adalah bentuk transparansi dan upaya kita mencari solusi konkret di lapangan,” tutup srikandi DPRD Talaud dari fraksi partai Demokrat tersebut.(vil)


Tinggalkan Balasan