SiteSulut.com-Langkah cepat dan tegas diambil oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK).

Tidak butuh waktu lama setelah kabar dugaan pelecehan seksual mencuat ke publik, Gubernur YSK resmi memberhentikan oknum Staf Khusus Bidang Pertambangan berinisial DD.

Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Plh. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulut, Denny Mangala, pada Senin (1/2/2026).

Denny Mangala menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh DD adalah murni perilaku pribadi yang tidak mencerminkan nilai-nilai pemerintahan. Begitu informasi dugaan kekerasan seksual sampai ke telinga Gubernur, instruksi pemecatan langsung dikeluarkan saat itu juga.

“Itu tidak elok. Peristiwa tersebut murni merupakan urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Gubernur Sulawesi Utara. Atas perintah langsung Pak Gubernur, yang bersangkutan telah diberhentikan dari jabatannya,” tegas Denny.

Menurutnya, begitu menerima informasi adanya dugaan kekerasan seksual tersebut, Gubernur YSK langsung memerintahkan agar oknum berinisial DD diberhentikan dari jabatannya sebagai Staf Khusus Gubernur Sulut.

Atas perintah langsung Pak Gubernur, yang bersangkutan telah diberhentikan dari jabatannya sebagai staf khusus,” tegasnya

Lebih lanjut, Denny Mangala menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sepenuhnya menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum tanpa adanya intervensi dalam bentuk apa pun.

“Pemprov Sulut menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan memastikan tidak ada intervensi apa pun terhadap pihak kepolisian,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara diduga melakukan kekerasan seksual dengan memegang bagian bokong seorang wanita berusia 21 tahun di sebuah rumah makan di kawasan Sario, Kota Manado.

Merasa dilecehkan, korban langsung bereaksi dengan menyiram kepala terduga pelaku menggunakan air, dibantu oleh seorang temannya yang berada di lokasi kejadian.

Tidak terima atas perlakuan tersebut, korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polresta Manado untuk mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman kasus serta mengumpulkan keterangan dari para saksi guna menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.(vil)