SiteSulut.com – Demi menjaga kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Kepulauan Talaud, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mala terus bergerak cepat dalam memenuhi kebutuhan medis masyarakat.
Tahun ini, anggaran sebesar Rp 8,6 miliar dialokasikan khusus untuk belanja obat-obatan.
Direktur RSUD Mala, Dr. dr. Jawali Jurry Ektivianus, M.Kes, FIHFAA memastikan bahwa proses pengadaan atau pemenuhan stok obat saat ini berjalan sesuai rencana.
”Dari anggaran yang tersedia, sudah sekitar 70 persen dalam proses pemesanan, dan sebagian barangnya sudah masuk ke RSUD,” ujar dr. Jurry saat dikonfirmasi SiteSulut, Senin (16/3/2026).
Dikatakan dr Jurry, dalam proses pembelanjaan ini, pihak manajemen rumah sakit menerapkan skala prioritas agar pelayanan pasien tidak terganggu. Strategi yang digunakan merujuk pada Rencana Kebutuhan Obat (RKO) internal.
”Dari kami RSUD Mala mendahulukan pembelanjaan untuk obat jenis essensial dan fast moving (obat yang paling sering dibutuhkan pasien),”tuturnya.
Lanjutnya, mengingat tingginya kebutuhan medis di wilayah kepulauan, anggaran Rp 8,6 miliar diprediksi belum mencukupi kebutuhan sepanjang tahun.
Oleh karena itu, pihak RSUD berencana mengusulkan tambahan anggaran pada APBD Perubahan mendatang.
“Tidak ada pergeseran dana dari pos pengadaan obat ke program lain. Justru kami berencana mengusulkan penambahan pada (anggaran) Perubahan. Karena anggaran sebesar ini di (anggaran) Induk tidak akan cukup untuk kebutuhan setahun,” pungkasnya.(vil)

Tinggalkan Balasan