SiteSulut.com – Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara menggelar ibadah rutin mingguan yang diikuti oleh pimpinan dan anggota dewan, pejabat sekretariat, hingga Forum Wartawan DPRD Sulut pada Senin (5/10/2026).
Turut hadir dalam ibadah Ketua DPRD Fransiskus Silangen, Wakil Ketua Roy Anter, anggota Julyeta Runtuwene, Jeane Lalujan, Remly Kandoli, Eugenie Mantiri, Roy Roring, Louis Schramm dan Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen.
Ibadah yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Pendeta Brandon Koloway, M.Th., S.T.M. Mengangkat pembacaan Alkitab dari 2 Tawarikh 19:4-11, Pdt. Brandon mengawali renungannya dengan membagikan pengalamannya saat menempuh studi di Drew University, Madison, New Jersey, Amerika Serikat pada 2018 lalu.
Dalam pemaparannya, Pdt. Brandon mengutip pernyataan Presiden ke-4 AS, James Madison, dalam tulisan Federalist 51: “If men were angels, no government would be necessary” (Jika manusia adalah malaikat, tidak ada pemerintah yang dibutuhkan).
”Ini pikiran yang luar biasa. Manusia memang bukan malaikat, tetapi jika pemerintah kita bertindak baik seperti malaikat, maka rakyatnya pasti akan sejahtera. Tugas pemerintah itu sangat mulia karena dihadirkan Tuhan untuk menata hal-hal baik dan membawa kesejahteraan bagi rakyat,” ujar Pdt. Brandon.
Melalui teladan kepemimpinan Raja Yosafat dari Kerajaan Yehuda, Pdt. Brandon menyampaikan lima poin utama mengenai karakter pemimpin yang takut akan Tuhan dalam menjalankan amanah rakyat:
1. Memiliki Kerendahan Hati untuk Mendengar Raja Yosafat memiliki kekuasaan besar, namun ia tetap rendah hati mendengarkan teguran nabi. Pdt. Brandon mengapresiasi DPRD Sulut yang konsisten menggelar ibadah setiap hari Senin sebagai wujud kerendahan hati untuk terus mencari petunjuk dan firman Tuhan.
2. Turun ke Masyarakat dengan Belas Kasihan Kunjungan kerja, reses, maupun pastoral hendaknya tidak sekadar menjadi program formalitas atau alat mencari simpati politik. Kunjungan tersebut harus didasari belas kasihan untuk membawa masyarakat hidup dalam kebenaran dan jalan Tuhan.
3. Integritas Penegakan Hukum dan Menjauhi Suap Pemimpin dan pengambil kebijakan diimbau untuk bertindak atas dasar kebenaran Tuhan, bukan kepentingan kelompok tertentu. Pemimpin yang takut akan Tuhan akan bertindak saksama, tidak berlaku curang, tidak memihak, serta tidak memberi maupun menerima suap.
4. Tidak Berkompromi dengan Dosa Pdt. Brandon mengingatkan agar para pejabat tidak menganggap remeh kompromi dengan dosa. Pemerintah yang takut akan Tuhan akan membawa berkat bagi rakyatnya, sedangkan pemerintah yang jahat hanya akan mendatangkan murka.
5. Ketegasan dan Keberanian yang Tulus Ikhlas Pemimpin Kristen dituntut memiliki ketegasan yang berlandaskan kebenaran tanpa rasa takut atau tawar hati. Bekerja secara tulus ikhlas tanpa pamrih akan mendatangkan penyertaan Tuhan.
Menutup khotbahnya, Pdt. Brandon mengutip pengajaran dari teolog Paul Washer: “If you are living like the world, you are not walking with Christ” (Jika engkau hidup seperti dunia ini, engkau tidak sedang berjalan bersama Kristus).
“Jika kita membawa karakter Kristus dalam tugas dan tanggung jawab kita, maka langkah-langkah kita akan membawa berkat dalam setiap aspek pelayanan, baik di keluarga, gereja, maupun di tengah masyarakat yang kita layani,” pungkasnya.(vil)

Tinggalkan Balasan