SiteSulut.com – Dewan Pimpinan Daerah Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sulawesi Utara se-Keuskupan Manado menggelar Rapat Pleno ke-VI di Cabang St. Maria Ratu Damai Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud, Sabtu (3/10/2026).
Rapat pleno ini dihadiri oleh Bupati Kepulauan Talaud yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Dr. Yohanis B.K Kamagi, AP., M.Si.
Turut hadir jajaran pejabat tinggi pratama, para kepala badan dan dinas di lingkup Pemda Kabupaten Kepulauan Talaud, Ketua DPRD Talaud, Ketua Jalasenastri Talaud, perwakilan Ketua Bhayangkari Talaud, pimpinan dan pengurus DPD WKRI Sulut, anggota WKRI se-Keuskupan Manado, serta para tokoh agama dan masyarakat setempat.
Dalam sambutan Bupati Kepulauan Talaud yang dibacakan oleh Sekda, Yohanis Kamagi menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya rapat pleno di wilayah perbatasan utara Indonesia tersebut.
“Tema ‘Satu Hati, Satu Suara, Stop Kekerasan’ menurut saya sangat relevan saat ini. Membangun keluarga dan masyarakat yang aman dan damai membutuhkan kepedulian kita bersama,” ujar Yohanis saat membacakan sambutan Bupati.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan, khususnya WKRI, dalam mendorong pembangunan di Talaud.
“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud mengajak WKRI untuk terus bergandengan tangan bersama pemerintah daerah dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.
Rapat Pleno VI ini menjadi forum evaluasi dan konsolidasi organisasi bagi seluruh cabang WKRI se-Keuskupan Manado.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat peran penting perempuan Katolik di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan berbasis gender di Sulawesi Utara.
Pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di Melonguane ini sekaligus menjadi simbol nyata kehadiran dan perhatian organisasi terhadap wilayah kepulauan terluar di perbatasan NKRI.(vil)

Tinggalkan Balasan