SiteSulut.com- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menerjang kawasan lereng gunung api Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, belum sepenuhnya padam meski sudah berlangsung hampir dua pekan.
Kobaran api yang terus meluas kian mengancam lahan perkebunan milik masyarakat sekitar.
Menanggapi situasi darurat ini, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bergerak cepat. Usai sempat mendaki langsung ke titik api beberapa waktu lalu, kini ia bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyambangi posko-posko relawan di wilayah Kecamatan Tabukan Utara dan Kecamatan Kendahe.
Tak sekadar berkunjung, bupati termuda di Sulawesi Utara tersebut menyerahkan langsung bantuan operasional berupa uang tunai dari anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) kepada para pengurus posko.
”Bantuan kali ini dalam bentuk uang tunai. Biasanya dari atas yang membelikan keperluan di lapangan, tapi sekarang ini dibalik. Kita beri uang tunai agar posko bisa membelanjakan sendiri kebutuhan di lapangan,” ujar Michael di sela kunjungan di Posko Kendahe.
Bantuan tunai tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan, seperti operasional bahan bakar minyak (Pertalite dan Solar) untuk mobilisasi alat, bahan konsumsi relawan seperti ikan segar, serta kebutuhan penanganan lainnya.
Meski diserahkan secara tunai, Michael menegaskan bahwa penggunaan anggaran tetap tunduk pada mekanisme pertanggungjawaban yang transparan dan terukur.
“Untuk penggunaannya akan dikoordinasikan pemerintah kecamatan bersama Polsek, Danramil, dan relawan. Setiap pengeluaran wajib dicatat dan dilaporkan melalui laporan pertanggungjawaban,” tegas Kepala Daerah termuda di Sulut tersebut.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, luasan lahan yang terdampak kebakaran kini telah mendekati 600 hektare.
Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memastikan kondisi kebakaran secara umum masih berada dalam batas terkendali.
Pola kebakaran di lereng Gunung Awu diakui cukup dinamis.
Titik api yang sudah berhasil dipadamkan kerap kali kembali muncul di lokasi lain, sehingga memerlukan perhatian ekstra dan respons cepat yang berlanjut dari tim gabungan.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Bumi Tampungang Lawo tersebut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan, elemen masyarakat, hingga aparat yang bahu-membahu menangani kebakaran.
“Kekuatan Sangihe dalam menghadapi situasi tersebut terletak pada soliditas antara pemerintah, relawan, komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga,” tuturnya.
Selain mengandalkan kekuatan dan sumber daya daerah, Pemkab Sangihe terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara guna memperkuat penanganan di lapangan.
“Bantuan dari pemerintah provinsi sudah ada dan sudah kami terima. Bentuknya berupa sembako, kebutuhan pokok, hingga alat water jet sprayer untuk memberantas api,” ungkap Michael.
Ia menambahkan, komunikasi berkala dengan Gubernur Sulawesi Utara terus dijalankan untuk melaporkan pembaruan situasi karhutla di Sangihe.
“Sampai sekarang, kami laporkan kebakaran ini masih bisa kita tangani sendiri sambil menunggu perkembangan laporan lebih lanjut,” pungkasnya.(vil)

Tinggalkan Balasan