SiteSulut.com-Fenomena antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi kembali menghantui Kota Manado, Sulawesi Utara.

Pemandangan antrean panjang kendaraan bermesin diesel ini seolah menjadi menu harian yang tak kunjung usai bagi para sopir logistik.

Pantauan di lapangan pada Rabu (22/4), sekira Pukul 08.30 WITA, dua titik SPBU utama di Manado, yakni SPBU Kairagi dan SPBU Paal Dua, nampak dipadati oleh puluhan kendaraan.

Tak main-main, deretan truk dan bus ini “menghiasi” bahu jalan hingga ratusan meter, memicu kemacetan di jam-jam sibuk.

​Kondisi ini dikeluhkan oleh para sopir. Sebagian besar dari mereka mengaku harus mengantre sejak subuh, bahkan ada yang terpaksa menginap demi mendapatkan jatah Solar agar bisa melanjutkan perjalanan ke luar kota.

“Sudah dari jam 5 subuh di sini, tapi antrean belum bergerak banyak. Kalau tidak begini, kami tidak bisa jalan, kerjaan jadi terhambat,” ujar salah satu sopir truk kontainer di SPBU Kairagi.

​Antrean yang meluber hingga ke badan jalan ini otomatis mempersempit ruang gerak kendaraan lain. Di kawasan Paal Dua, arus lalu lintas terpantau padat merayap karena sebagian lajur jalan terpakai oleh kendaraan yang mengantre.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kembali panjangnya antrean tersebut—apakah karena keterlambatan distribusi atau adanya pengurangan kuota.(vil)