SiteSulut.com- Pengurus Daerah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Utara menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mendukung penuh proses hukum atas insiden maut yang menelan korban jiwa pada kejuaraan TIDAR Drag Race Kotamobagu Championship 2026 di Jalan A.P. Mokoginta, Minggu (9/8/2026).

Guna mengusut tuntas musibah tersebut, IMI Sulut resmi membentuk tim investigasi internal dan mendesak pihak penyelenggara bertanggung jawab penuh terhadap para korban.

​Menanggapi musibah tersebut, Pengurus Daerah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Utara (Sulut) menyampaikan keprihatinan serta duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan.

​”Kami berduka atas jatuhnya korban. Kami memberikan penghormatan dan simpati yang sebesar-besarnya kepada korban dan keluarga korban. Ke depan, keselamatan pembalap, official, petugas, dan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegas Ketua Bidang Hukum dan Advokasi sekaligus Kuasa Hukum Pemprov IMI Sulut, Berty Alan Lumempouw, S.H., dalam keterangan resminya, Selasa (11/8).

​Kecelakaan bermula saat salah satu kontestan yang berlaga di kategori Free For All (FFA) mengalami kendala teknis pada kendaraannya ketika mendekati garis akhir lintasan. Kendaraan tersebut hilang kendali, melenceng keras ke sisi kiri arena, lalu menghantam pembatas hingga menerjang kerumunan penonton yang berada di area sekitar lintasan.

​Atas peristiwa ini, IMI Sulut menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh proses penyelidikan yang tengah berjalan di kepolisian.

“IMI Sulut mendukung sepenuhnya proses investigasi dan penegakan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian. Kami siap memberikan informasi, dokumen, dan keterangan yang diperlukan sepanjang berkaitan dengan kewenangan organisasi,” ujar Berty.

​Lanjut Lumempouw, IMI Sulut menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwenang agar dinilai secara objektif, transparan, dan profesional berdasarkan bukti yang sah, tanpa berspekulasi atau mendahului penetapan hukum.

​Tak hanya menyerahkan prosesnya ke pihak kepolisian, Pengprov IMI Sulut juga mengambil langkah tegas dengan membentuk tim khusus untuk menggelar investigasi internal.

​Investigasi internal ini mencakup evaluasi mendalam pada berbagai poin krusial, di antaranya:
• ​Kelayakan Arena: Kondisi lintasan, kelayakan barrier/pagar pengaman, serta penataan safety zone untuk penonton.
• ​Kinerja Petugas: Pelaksanaan tugas Pimpinan Perlombaan, Pengawas Perlombaan, hingga kesiapan tim marshal.
• ​Tanggap Darurat: Kesiapan fasilitas medis, ketersediaan ambulans, serta skema jalur evakuasi di tempat kejadian.
• ​Tanggung Jawab Penyelenggara: Koordinasi antara panitia, IMI, dan pihak pengamanan setempat.
​IMI Sulut menegaskan bahwa pemeriksaan internal ini bukan untuk mengambil alih tugas kepolisian, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan organisasi demi membedah fakta serta memperbaiki sistem keselamatan di masa mendatang.

​Di samping proses penegakan hukum, IMI Sulut meminta pihak penyelenggara (panitia) beserta tim balap dari peserta yang terlibat untuk segera memberikan perhatian dan bantuan nyata kepada para korban.

​Perhatian tersebut dinilai sangat mendesak, baik untuk menanggung biaya dan fasilitas perawatan bagi korban luka di rumah sakit, pendampingan bagi korban yang sedang menjalani masa pemulihan, hingga bantuan bagi keluarga korban meninggal dunia.

“Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, kepedulian terhadap korban dan keluarga korban tidak boleh diabaikan. Proses hukum penting, tetapi nilai kemanusiaan juga harus menjadi perhatian bersama,” tambah Berty.

​Menyikapi ramainya simpang siur informasi di media sosial, IMI Sulut mengimbau masyarakat luas untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi spekulatif yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

​Masyarakat juga diminta untuk menghentikan penyebaran video atau foto-foto detik-detik kecelakaan dan kondisi korban di media sosial. Hal ini penting dilakukan demi menjaga perasaan serta mencegah trauma mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

​”Kami meminta semua pihak untuk tidak melakukan penghakiman sebelum proses investigasi selesai. Biarkan fakta dan hukum yang menjawab. Mari kita bersikap bijak dengan mengedepankan empati dan rasa kemanusiaan,” tutup Berty.

Peristiwa kelam ini diharapkan menjadi momentum evaluasi total bagi seluruh stakeholder olahraga otomotif di Sulawesi Utara agar standar keselamatan penyelenggaraan kejuaraan balap ke depan dapat ditingkatkan secara ketat dan profesional.(vil/*)