SiteSulut.com-Suasana halaman Gedung Gereja GMIM Alfa Omega Kumaraka Dalam (AOKD) tampak dipadati ratusan jemaat, Jumat (7/8/2026).

Dentuman musik dari GOD’S ARMY Band dan alunan Praise & Worship membakar semangat jemaat dari Kolom 1 hingga 22 yang hadir untuk mengikuti Puncak Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM AOKD.

Mengusung tema utama “Recharge Your Faith. Restore Your Spirit” serta sub-tema “Pria Kaum Bapa Berakar dalam Kristus, Bertumbuh dalam Iman, Melayani dengan Kasih”, ibadah ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen perenungan mendalam sekaligus penyegaran iman di tengah tantangan zaman.

Acara diawali dengan ucapan selamat datang dari Sekretaris P/KB AOKD, Djeffry Liotohe, yang menyambut hangat jemaat, jajaran BPMJ, para Pendeta, Pelayan Khusus, Komisi P/KB, Panji Yosua, Tim Kerja dan seluruh anggota jemaat AOKD yang hadir.

​Ibadah puncak syukur ini dipimpin oleh Pdt. Melky Tamaka, M.Th., yang membawa perenungan Firman Tuhan yang terambil dari Mazmur 84:6-8.

Dalam khotbahnya yang energik dan komunikatif Pdt. Melky mengajak jemaat memaknai arti kata ‘ziarah’ dalam konteks iman Kristen.

“Torang kalau dengar kata ‘ziarah’ itu pergi ke mana? Kubur, betul ya. Tapi ziarah di sini, umat Tuhan bukan sedang pergi ke kubur, melainkan mengikuti jejak langkah seseorang yang telah berhasil dalam perjalanannya. Mereka mendapatkan kekuatan dari Tuhan. Itulah yang dinamakan jalan Tuhan,” ujar Pdt. Melky di hadapan ratusan jemaat.

​Ia menjelaskan bahwa dalam bahasa Ibrani, kata ziarah (Mesilot dari akar kata Salal) berarti mendaki.

Perjalanan mendaki membutuhkan kekuatan yang bukan berasal dari manusia semata, melainkan dari Tuhan.

Sebagai Deputi Bina Mental Spiritual Panji Yosua Sinode GMIM, Pdt. Melky tak lupa melakukan cek-cek kesiapan pasukan P/KB dan Panji Yosua yang hadir.

“PKB GMIM?” seru Pdt. Melky.
“Kibarkan, kobarkan, kabarkan!” sahut jemaat kompak.”Panji Yosua?””menjaga, melindungi!” balas jemaat riuh.

​Tak berhenti di situ, pesan moral tentang hubungan rumah tangga dan pentingnya kebersamaan disampaikan lewat humor.

Pdt. Melky membandingkan hubungan suami istri yang makin lama makin mirip karena sering berdoa dan berjuang bersama, dengan dinamika hubungan anak muda yang terkadang alay dan lebay.

Ia mengutip humor anak muda tentang ‘dunia yang gelap tanpa kekasih’, yang disambut tawa lepas jemaat. Namun, di balik kelakar tersebut, ia menyintesiskan pesan utama:

“Kalau torang berjalan di jalannya Tuhan, yang gelap boleh jadi terang, amin? Namun kalau sepertinya tidak ada kekuatan Tuhan yang menyertai, yang perlu kita tanya: apakah torang masih berada di jalannya Tuhan? Apakah PKB Alfa Omega masih on the track, atau jangan-jangan suka berjalan sendiri-sendiri?” tegasnya mengingatkan agar P/KB tidak seperti Adam dan Hawa di Taman Eden yang jatuh karena berjalan sendiri.

​Pdt. Melky menegaskan bahwa ketika manusia melintasi Lembah Baka (lembah air mata atau penderitaan), Tuhan sanggup memberikan kemampuan (Yeshituhu) untuk mengubah penderitaan tersebut menjadi sumber mata air dan sukacita.

Memasuki usia pelayanan ke-62 P/KB, Pdt. Melky mengajak jemaat untuk terus menyaksikan dan meresapi berkat serta pemeliharaan Tuhan yang tidak pernah berhenti mengalir:

“Tuhan sanggup mengubah penderitaan, Tuhan sanggup mengubah masalahmu. Katakan di samping kiri kananmu: ‘Tuhan sanggup mengubah masalahmu’,” panggil Pdt. Melky yang langsung disambut hangat oleh jemaat dengan saling berpesan satu sama lain.

“Tuhan sanggup menyembuhkan sakitmu, amin? Iya, sanggup menyembuhkan. Dan kita boleh menyaksikan bagaimana kebaikan Tuhan kalau torang berjalan di jalannya Tuhan,”

Melanjutkan khotbahnya, Pdt. Melky menekankan bahwa pemeliharaan Tuhan yang terus mengalir itulah sejatinya bentuk berkat terbesar dalam kehidupan jemaat.

​Ia mengutip pemikiran tokoh reformator gereja, Martin Luther, sembari mengajak jemaat melihat telapak tangan masing-masing sebagai refleksi kerendahan hati di hadapan Tuhan:

“Kita tidak pernah kehilangan pemeliharaan Tuhan, itulah berkat. Kalau torang boleh bakudapa (bertemu) di malam hari ini, itu semua karena berkat Tuhan. Suka terima berkat malam ini?” tanya Pdt. Melky yang dijawab kompak oleh jemaat, “Amin!”

“Martin Luther bilang, kalau mau terima berkat, terimalah berkat itu dengan tangan terbuka. Coba buka torang pe tangan, ada apa di tangan torang? Kosong, nda ada apa-apa. Paling banyak cuma garis tangan tulis M. Mana-mana datang kosong, pulang kosong. Apa yang bisa kita andalkan?” ucapnya mengingatkan.

​Pdt. Melky menegaskan bahwa keberadaan jemaat dan pelayanan P/KB hingga usia ke-62 tahun adalah bukti nyata kebaikan dan kemurahan Tuhan sejak awal dibentuk pada tahun 1964.

“Kalau saudara ada sampai hari ini, itu karena berkat Tuhan. Bagaimana Tuhan pe bae (Tuhan begitu baik) dari 62 tahun yang lalu sejak 1964 di setiap Bulan Syukur P/KB AOKD. Bukan cuma lihat ke belakang, mari kita menatap ke depan menuju 63 tahun dan seterusnya, serta menengadah ke atas bersyukur karena Tuhan, torang boleh ada sampai hari ini. Amin?” pungkas Pdt. Melky mengakhiri perenungan Firman.

Ketua BPMJ GMIM Alfa Omega Kumaraka Dalam, Pdt. Djois Maindoka Mewengkang, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas ketambahan usia pelayanan P/KB GMIM AOKD dan berharap P/KB terus menjadi tiang doa serta teladan bagi keluarga dan jemaat.

​Sementara itu, Ketua Tim Kerja P/KB AOKD Tahun 2026, Alfianus Boham, SH., MH., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mensukseskan seluruh rangkaian Bulan Syukur ini.

“Dari awal hingga akhir rangkaian, kita merasakan kehadiran Tuhan yang menguatkan dan memperbaharui iman kita. Terima kasih kepada Pak Pdt. Melky Tamaka yang telah memberitakan Firman Tuhan. Seperti kata Pak Pendeta tadi, biar so tua tetap kuat! Makin lama makin asyik berumah tangga, dan bapak-bapak bisa jadi panutan bagi keluarga,” ungkap Alfianus, didampingi Sekretaris Tim Kerja Budi Siswoyo dan Bendahara Jusuf Wolopa.

“Terima kasih kami sampaikan kepada BPMJ, Pelayan Khusus, Komisi P/KB, dan seluruh anggota jemaat GMIM AOKD yang sudah mengambil bagian dalam ibadah ini, mulai dari MC, Worship Leader, Singers, Operator LCD, Panji Yosua, Lafio Decoration hingga Tim Kerja,” ujar Alfianus.

Alfianus juga membeberkan alasannya sengaja mengundang GOD’S ARMY Band dari Jemaat GMIM Zebaoth Paniki Bawah untuk mengisi puji-pujian dalam ibadah tersebut.

“Sengaja saya undang pemain band ini supaya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di jemaat kami,” tambahnya.

​Setelah ibadah usai, suasana keakraban berlanjut dalam acara ramah tamah yang diwarnai dengan penyerahan hadiah secara langsung bagi para pemenang lomba-lomba semarak HUT P/KB, mulai dari lomba Baca Mazmur, Bintang Vokalia, hingga Lomba memasak. Ibadah ini turut juga dihadiri oleh Pendeta Junita Kontu Suoth, Pendeta Rocky Wenas Legoh dan Pendeta Delly Pangemanan Tuegeh.(vil)