SiteSulut.com- Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi Golkar, Inggried J.N.N. Sondakh, S.E., M.M., turun langsung menemui warga di Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa–Tomohon.
Langkah ini dilakukan dalam rangka menyerap dan menghimpun secara langsung berbagai keluhan serta aspirasi masyarakat setempat.
Kegiatan reses yang digelar di D’Mason, Desa Kalasey Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sabtu (1/8), dipadati sekitar 80 warga dari pelbagai kalangan. Mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, pelaku UMKM, kelompok tani, hingga nelayan setempat.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan terbuka, Inggried memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga untuk menyampaikan berbagai beban dan hambatan yang dialami di lapangan.
“Reses ini adalah bagian penting dari tanggung jawab moral dan politik anggota DPRD untuk hadir langsung menyapa warga,” kata Inggried.
Salah satu persoalan utama yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah minimnya perhatian terhadap kesejahteraan pekerja keagamaan di wilayah Kecamatan Mandolang.
Masyarakat mendesak agar pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten memberikan dukungan nyata, termasuk bantuan untuk pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah.
Tak hanya itu, warga mendorong adanya program pelatihan khusus dari Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulut untuk meningkatkan kapasitas para pekerja keagamaan dan pengelola tempat ibadah.
Di sektor perekonomian warga, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru berharap mendapatkan sentuhan dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut.
“Kami butuh pendampingan dan pelatihan usaha. Selain itu, bantuan peralatan usaha dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan sangat kami harapkan untuk mendongkrak produktivitas usaha kecil di kampung,” ujar salah satu pelaku UMKM di lokasi.
Sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi warga setempat turut disuarakan. Kelompok tani di Kecamatan Mandolang mengeluhkan minimnya bantuan sarana produksi pertanian. Mereka mendesak pemerintah menyalurkan pupuk, bibit unggul (seperti jagung, rica/cabai, tomat, hingga tanaman hortikultura), serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Para petani membutuhkan dukungan alsintan modern berupa:
• Traktor tangan (hand tractor)
• Alat tanam jagung
• Alat penyemprot (handsprayer)
Sementara dari sektor kelautan, para nelayan Mandolang sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah berupa bantuan perahu, mesin katinting, mesin motor tempel, hingga peralatan jaring penangkap ikan.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Politisi Golkar ini menegaskan bahwa seluruh masukan warga akan diinventarisasi untuk diperjuangkan secara maksimal melalui mekanisme di DPRD Sulut.
Inggried berjanji akan mengawal dan mengordinasikan aspirasi tersebut dengan dinas maupun perangkat daerah terkait, agar masuk dalam skala prioritas penyusunan anggaran pembangunan daerah.
“Semua aspirasi yang disampaikan akan kami pilah sesuai kewenangan pemerintah daerah dan kapasitas anggaran yang ada. Tujuan utamanya satu: memastikan program pembangunan yang dikucurkan benar-benar berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga Minahasa dan Tomohon,” pungkasnya.(vil)

Tinggalkan Balasan