SiteSulut.com- Pergelaran Lomba Vokal Grup Hari Persatuan (HAPSA) Pria Kaum Bapa (PKB) Sinode GMIM selalu menyajikan persaingan yang ketat sekaligus penuh dinamika.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Vocal Group Alfa Omega Kumaraka Dalam (AOKD).

Meski harus puas menduduki peringkat ke-10, semangat pelayanan grup ini sama sekali tidak surut.

​Manager VG AOKD, Alfian Boham SH, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas penyertaan Tuhan Yesus Kristus sepanjang keikutsertaan mereka dalam kompetisi rohani ini.

Bagi mereka, kesempatan untuk tampil dan memberikan yang terbaik di atas panggung adalah sebuah anugerah.

“Meskipun pada akhirnya kami harus berada di peringkat ke-10, kami tetap bersyukur atas setiap proses yang telah kami lalui,” ujar Alfian.

​Dikatakan Boham, perjalanan VG AOKD menuju panggung HAPSA PKB GMIM ternyata tidaklah mudah. Alfian tidak menampik adanya riak kekecewaan di benak para penyanyi dan pelatih. Pasalnya, tim harus berpacu dengan waktu yang sangat mepet untuk melakukan perombakan aransemen.

“Tentu ada rasa kecewa yang dirasakan oleh para penyanyi dan pelatih. Terlebih karena dalam waktu yang sangat singkat, hanya sekitar 5 hari, kami harus melakukan perubahan pada beberapa bagian lagu berdasarkan catatan yang diberikan saat Pra HAPSA,” ungkapnya lagi.

​Menariknya, salah satu juri yang memberikan penilaian pada lomba tersebut juga merupakan juri yang sama saat mereka tampil di babak Pra HAPSA di GMIM Paulus Titiwungen.

Namun, Alfian menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika sebuah perlombaan yang memiliki standar penilaian masing-masing.

​Bagi VG AOKD, esensi utama dari keikutsertaan mereka bukan sekadar memburu trofi juara, melainkan menyalurkan talenta yang telah Tuhan percayakan dengan penuh sukacita untuk menghibur jemaat dan semua untuk kemulian nama Tuhan Yesus semata.

​Upaya keras mereka pun tidak sia-sia. Penampilan memukau dari VG AOKD sukses memikat hati penonton dan para pengamat musik yang hadir di lokasi lomba.

​”Kami bersyukur karena para penyanyi, pelatih, penonton, dan beberapa pengamat musik yang hadir memberikan apresiasi yang positif atas penampilan kami,” kata Alfian.

​Terkait hasil akhir dan nilai yang diperoleh, Alfian menegaskan sikap hormat mereka terhadap kredibilitas dewan juri. Mereka memilih untuk berlapang dada dan menerima keputusan yang ada tanpa polemik.

​”Mengenai hasil penilaian, kami memilih untuk menghormati dan menyerahkannya sepenuhnya kepada dewan juri. Tidak ada komentar lain selain rasa hormat kepada keputusan yang telah ditetapkan. Kami percaya bahwa ini adalah kompetisi rohani yang telah dilandasi doa dan penyertaan Tuhan,” tegasnya.

​Mengakhiri pernyataannya, Alfian mengutip ayat Alkitab dari Roma 8:28 yang berbunyi: “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”

Ia juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendukung, BPMJ, tim kerja, dan jemaat yang telah menopang mereka dalam doa.

“Kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses untuk menjadi lebih baik. Kami tidak akan berhenti berkarya dan melayani. Kiranya Tuhan Yesus senantiasa memberkati pelayanan dan kehidupan kita semua. Soli Deo Gloria,” pungkas Alfian yang juga Ketua Tim Kerja P/KB AOKD.(vil)