SiteSulut.com-Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional sekaligus HUT ke-80 PGRI tahun 2025 di Lapangan Santiago, kompleks rumah jabatan Bupati, Selasa (25/11).
Dalam amanat upacara, Bupati Thungari membacakan pidato resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang ditujukan bagi seluruh tenaga pendidik di Indonesia. Pesan utama dari pemerintah, kata dia, adalah memastikan peningkatan kompetensi sekaligus kesejahteraan guru terus menjadi prioritas nasional.
“Sebagai insan yang beriman, marilah kita bersyukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Alhamdulillah bangsa Indonesia tetap bersatu dan kuat selama satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming,” ujar Bupati membacakan sambutan.
Dalam pidato tersebut dijelaskan, pemerintah memberikan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1. Program ini dilakukan melalui skema recognisi pembelajaran lampau dengan target 12.500 guru.
Selain itu, berbagai pelatihan peningkatan kompetensi juga disiapkan, seperti Pendidikan Profesi Guru (PPG), pelatihan bimbingan konseling, pembelajaran berbasis deep learning, pelatihan coding dan kecerdasan artifisial, hingga penguatan kepemimpinan sekolah.
Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Guru non-ASN akan menerima tunjangan sertifikasi sebesar Rp2 juta per bulan, sementara guru ASN memperoleh tambahan satu kali gaji pokok.
Untuk guru honorer, pemerintah menyalurkan insentif Rp300 ribu per bulan yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Nilai insentif ini direncanakan naik menjadi Rp400 ribu pada tahun 2026.
“Pemerintah menyadari bahwa insentif ini belum sepenuhnya memenuhi harapan. Namun komitmen untuk berbuat lebih baik terus diperkuat,” bunyi pidato Menteri.
Selain peningkatan insentif, kebijakan pengurangan beban administratif guru juga diterapkan. Kewajiban mengajar 24 jam per minggu tidak lagi menjadi aturan mutlak. Pemerintah juga menyiapkan satu hari khusus bagi guru untuk kegiatan pembelajaran dan peningkatan kompetensi
Pidato itu juga menyoroti kompleksitas tantangan bagi guru di era digital, termasuk tekanan sosial, perubahan moral budaya, hingga meningkatnya kasus yang melibatkan guru dan murid. Karena itu, pemerintah bersama Polri menandatangani nota kesepahaman terkait penyelesaian masalah melalui jalur damai atau restorative justice.
“Guru adalah agen pembelajaran dan agen peradaban. Mereka memikul tugas profetik untuk membangun nalar kritis, moral, dan akhlak mulia generasi bangsa,” demikian isi pidato tersebut.
Guru juga diharapkan mampu hadir sebagai teladan dan inspirasi bagi murid, baik di dalam maupun di luar kelas, di tengah tantangan seperti ketergantungan gawai, judi online, masalah keluarga, dan berbagai tekanan ekonomi.
Pidato tersebut mengajak guru untuk memperkuat motivasi dan menjaga keikhlasan dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik profesional. Menteri juga meminta masyarakat dan orang tua lebih menghargai kerja keras guru.
“Jangan menilai guru hanya dari angka-angka. Tanggung jawab pendidikan pertama tetap berada pada orang tua dan keluarga,”pungkasnya.(*)
Peringatan Hari Guru di Sangihe, Bupati Sampaikan Program Besar Pemerintah untuk Guru
November 25, 2025 2:59 pm
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Tinggalkan Balasan