Sitesulut.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali menggelar ibadah rutin awal pekan bagi pimpinan, anggota legislatif, jajaran Sekretariat DPRD, serta Forum Wartawan DPRD (Forward).
Ibadah ini dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut, Senin (25/5/2026).
Ibadah yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Pendeta Djefry Saisab S.Th, M.Si.
Dalam khotbahnya yang bertepatan dengan momentum Hari Pentakosta, Pendeta Djefry mengingatkan esensi penting dari hari lahirnya gereja tersebut bagi kehidupan orang percaya, terutama dalam menjalankan tugas kedewanan dan pelayanan publik.
Dalam penyampaian firman Tuhan, Pendeta Djefry menekankan pentingnya menjaga persekutuan yang konsisten. Dengan gaya penyampaian yang humanis namun menyentil, ia menyoroti kedisiplinan para pegawai di lingkup sekretariat.
“Kalau di bumi ini malas bersekutu, jangan harap mau ke surga. Termasuk itu pegawai, cuma absen setelah itu keluar (menghilang). Orang begitu tidak boleh masuk surga,” ujar Pendeta Djefry yang disambut senyum para jemaat yang hadir.
Ia menambahkan, menurut Kitab Wahyu, orang yang rajin bersekutu pasti dikenal oleh Tuhan dan mendapat keselamatan. Kehidupan di surga digambarkan penuh dengan puji-pujian dan ucapan syukur.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk mengaktualisasikan urapan Roh Kudus dalam tugas kerja sehari-hari.
”Marilah selalu kita berdoa supaya urapan Roh Kudus bukan hanya berlaku bagi rasul-rasul dan jemaat mula-mula, tapi kita semua adalah rasul masa kini. Lakukan dan aktualisasikan itu dalam tugas kerja kita sehari-hari supaya kita tidak jadi batu sandungan,” pesannya seraya mengucapkan Selamat Hari Pentakosta untuk keluarga besar DPRD Sulut.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Silangen dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas pengingat firman yang dibawa oleh sang pendeta.
Ketua DPRD Sulut menggarisbawahi bahwa setiap manusia, khususnya para wakil rakyat dan abdi negara, sangat membutuhkan pimpinan Roh Kudus selama hidup di dunia.
”Roh Kudus ini kita butuhkan cuma pada waktu kita di dunia. Kita tidak mampu berjalan di dunia yang sudah jatuh dalam dosa ini, di mana kecenderungan hati manusia membuahkan kejahatan, tanpa pimpinan Roh Kudus dan kebenaran firman,” kata Fransiskus.
Politikus dari partai PDIP ini juga menjelaskan korelasi historis iman mengenai angka 50 hari dari Paskah menuju Pentakosta sebagai bagian dari “kompas Tuhan” yang sudah digenapi sejak Perjanjian Lama.
Menurutnya, ibadah rutin hari Senin yang digelar DPRD Sulut merupakan bagian dari proses pengudusan diri (sanctification).
“Kenapa kita harus ibadah tiap hari Senin? Supaya tiap hari kita bisa diperbaiki. Kita tidak kebal akan kesalahan. Boleh jatuh, tapi tidak akan diam terus di dalam dosa karena Roh Kudus akan mengingatkan kita untuk berbalik dan bertobat,” jelasnya mengutip nats Alkitab 2 Petrus 3 ayat 9.
Di akhir sambutannya, Fransiskus mengingatkan seluruh jajaran DPRD dan Sekretariat untuk tidak terlena dan terus menjaga integritas hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia mengutip ayat keras dalam Matius 22 ayat 14, bahwa “banyak yang dipanggil, sedikit yang terpilih”.
“Sebagai orang percaya, Rasul Paulus saja melatih tubuhnya sedemikian rupa supaya sesudah memberitakan Injil, jangan dia sendiri ditolak. Mari hidup betul-betul dalam pimpinan Roh Kudus dan kebenaran. Damai di hati,” pungkasnya.(vil)

Tinggalkan Balasan