SiteSulut.com-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran manajemen PLN UP3 Manado pada Rabu (1/7/2026).

Pertemuan ini fokus membahas akselerasi pemerataan pelayanan kelistrikan, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) seperti Kepulauan Nusa Utara.

​Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos, didampingi Sekretaris Yongkie Limen dan Anggota Amir Liputo.

Sementara dari pihak PLN, hadir Asisten Manajer Perencanaan UP3 Manado Roland Sibueya, Senior Manajer Perencanaan Sistem Kelistrikan Wahidin, serta Manajer Perencanaan Sistem Kelistrikan Deky Leo.

​Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan listrik yang merata bukan lagi sekadar program dinas, melainkan kebutuhan pokok untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Termasuk wilayah Kepulauan Nusa Utara. Masalah pemerataan layanan kelistrikan sangat penting karena menjadi kebutuhan pokok pergerakan roda ekonomi masyarakat,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Kendati demikian, Berty menyampaikan catatan agar agenda pembahasan kelistrikan ke depan wajib dihadiri oleh seluruh perwakilan jajaran PLN Regional Sulawesi Utara demi koordinasi yang lebih komprehensif.

​Dalam hearing tersebut terungkap bahwa sejumlah wilayah kepulauan di Sulawesi Utara saat ini masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Menanggapi hal itu, komitmen besar disiapkan untuk tahun depan. Pada 2027, PLN menargetkan program dedieselisasi dengan mengalihkan sumber energi ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Berty mengingatkan agar PLN masif melakukan edukasi kepada warga terkait transisi energi bersih ini.

“PLTS juga perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Memang biaya pemasangannya cukup besar tetapi setelah terpasang manfaatnya bisa dinikmati dalam jangka panjang,” kata Berty Kapojos.

​Di samping rencana jangka panjang, legislator asal Minahasa Utara ini juga membawa kabar baik yang menyentuh langsung masyarakat di tahun berjalan ini. Pada tahun 2026, realisasi program pemasangan sambungan listrik baru akan menyasar 93 titik di berbagai wilayah Sulawesi Utara.

​Langkah ini menjadi jembatan menuju target besar yang dicanangkan bersama PLN, yakni target ambisius 100 persen desa di Sulawesi Utara sudah menikmati aliran listrik secara merata pada tahun 2027 mendatang.(vil)