SiteSulut.com— Kabupaten Kepulauan Talaud menapaki usia baru yang penuh berkah.
Tepat pada Kamis (2/7/2026), daerah perbatasan paling utara Nusantara ini genap berusia 24 tahun.
Momentum bersejarah ini dirayakan penuh khidmat, memadukan keluhuran adat lokal dengan semangat pembaruan untuk kesejahteraan masyarakat di Tanah Porodisa.

Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) daerah telah dimulai sejak fajar menyingsing.
Tepat pukul 05.00 WITA, jajaran pemerintah daerah dan tokoh-tokoh adat berkumpul di Pendopo Rumah Dinas Bupati untuk menggelar ritual adat Maarunasa.
Sebuah prosesi sakral yang menjadi simbol pembersihan diri, permohonan restu leluhur, serta ungkapan syukur yang mendalam atas perjalanan panjang Kabupaten Kepulauan Talaud.

Suasana khidmat tersebut kemudian berlanjut pada pukul 09.00 WITA dengan pelaksanaan Upacara HUT Daerah.

Tak lama berselang, pukul 10.15 WITA, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Talaud menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka HUT ke-24.
Seluruh rangkaian perayaan ini kemudian ditutup dengan ibadah syukur bersama yang digelar secara hangat di halaman Rumah Dinas Bupati.
Dalam pidato sambutannya, Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, mengawali dengan salam adat yang menggelegar di hadapan Dewan Adat dan para tamu undangan. “Tabea Su Padarame!” seru Bupati, yang langsung disambut dengan gemuruh oleh hadirin, “Sansurung Su Naung!”

“Dalo Su Mawu, Sub’ba Su Ru’ata. Puji kepada Tuhan, sembah kepada Allah. Terimakasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan saat ini, kita dapat berjumpa dalam damai,” ucap Bupati Welly Titah dengan penuh syukur menyampaikan rasa hormatnya kepada para raja dan pemangku adat daerah.
Bupati Welly Titah menegaskan bahwa HUT daerah kali ini bukan sekadar penanda bertambahnya angka usia, melainkan sebuah momentum krusial untuk melakukan refleksi kolektif.
Terlebih lagi, momen ini juga menandai satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati dalam mengemban amanah rakyat Talaud.
“Kami menyadari bahwa satu tahun belum cukup untuk memenuhi seluruh harapan masyarakat. Namun kami meyakini bahwa setiap perubahan yang baik selalu dimulai dari niat yang tulus, kerja yang sungguh-sungguh, serta komitmen untuk terus memperbaiki diri dan melayani masyarakat dengan lebih baik dari waktu ke waktu,” tegas Welly Titah.
Pada perayaan ke-24 ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud mengusung subtema yang sarat akan doa kemajuan dan identitas lokal berbahasa daerah: “Su Rimbuat’tu Taroda Napuna Dua Riwu Duampuro Apat’ta Su Tonane, Wur’ru Santona Su Piara’u Marambe Ratu Lai Marambe Asili Ratu, Taroda Mangke Lumansiang Ere Matangelo, Su Mara Ere Wanambulaeng.” Arti dari subtema tersebut adalah: Dengan Semangat HUT Ke-24 dan Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Marilah Kita Mewujudkan Kabupaten Kepulauan Talaud yang Bermartabat, Religius, Maju, dan Sejahtera.
Menurut Bupati, tema dan subtema tersebut menjadi pengingat keras bahwa membangun Talaud tidak bisa dilakukan secara parsial.
Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa topangan rakyat. Kemajuan daerah hanya akan mewujud nyata apabila seluruh elemen masyarakat bersatu padu, memperkuat rasa saling percaya, serta bergandengan tangan dalam semangat gotong royong.
Menatap masa depan, Bupati Welly Titah memaparkan arah strategis pembangunan daerah. Ke depan, fokus pemerintah akan diarahkan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta perbaikan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi penuh pada kepentingan rakyat.
”Perjalanan membangun Talaud masih panjang dan tantangan tentu akan selalu ada. Namun saya percaya, selama kita tetap bersatu, saling menopang, dan terus memelihara semangat persaudaraan, tidak ada tantangan yang tidak dapat kita hadapi bersama,”ujarnya.
Lanjutnya, oleh karena itu, pembangunan lima tahun ke depan akan terus kita arahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sebagai Bupati, saya ingin menegaskan bahwa pondasi kemajuan Kabupaten Kepulauan Talaud terletak pada sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri; setiap kebijakan yang diambil harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat di beranda utara NKRI ini,”imbuhnya.
Ditambahkannya, perjalanan membangun Talaud masih panjang, dan tantangan tentu akan selalu ada. Namun saya percaya, selama kita tetap bersatu, saling menopang, dan terus memelihara semangat persaudaraan, tidak ada tantangan yang tidak dapat kita hadapi bersama.
”Mari kita jadikan semangat Hari Ulang Tahun ke-24 ini sebagai energi baru untuk terus berkarya, mengabdi, dan memberikan yang terbaik bagi Tanah Porodisa yang kita cintai,”tuturnya.
Saya yakin, dengan kerja keras, kebersamaan, dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Kabupaten Kepulauan Talaud akan terus bertumbuh menjadi daerah yang bermartabat, religius, maju, sejahtera, aman, damai, dan semakin membanggakan.”
Di akhir sambutannya, atas nama Marambe Liado Ratun Taroda dan seluruh pemangku kepentingan, Bupati menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat. Pekikan semangat persatuan khas Talaud pun dikumandangkan untuk membakar semangat patriotisme warga perbatasan.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Kepulauan Talaud. Mawu Mangaramatta Si Ite Abi, Wussu Orassa Indi Saran Sidutu. Tuhan memberkati kita sekalian dari sekarang sampai selama-lamanya,” ucap Bupati, ditutup dengan seruan tegas, “Sansiotte! Sansiotte! Sansiotte!” yang serentak dijawab oleh hadirin: “Sanpate-Pate!”(vil)

Tinggalkan Balasan