SiteSulut.com-Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari SE MM, resmi membuka Festival Seni Budaya Sangihe (FSBS) 2025, ajang yang menampilkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat kepulauan di ujung utara Indonesia.
Kegiatan pembukaan diawali dengan karnaval budaya yang menampilkan beragam atraksi khas Sangihe.
Karnaval tersebut mengambil rute dari rumah jabatan bupati hingga pelabuhan tua Tahuna, dan menyedot perhatian ribuan warga yang memadati sepanjang jalur pawai.
Dalam sambutannya, Bupati Thungari menegaskan bahwa FSBS bukan sekadar hiburan, melainkan manifestasi kecintaan terhadap warisan leluhur dan jati diri masyarakat Sangihe.
Festival ini adalah wujud kecintaan kita terhadap budaya, seni, dan identitas Sangihe. Melalui karnaval budaya, pameran seni, lomba masamper, musik bambu, hadrah, hingga pesta rakyat, kita tidak hanya menampilkan keindahan seni, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kebanggaan sebagai masyarakat kepulauan,” ujar Thungari.
Lebih lanjut, ia menyebut FSBS 2025 menjadi momentum penting di tengah transformasi budaya era digital.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana memperluas pelestarian budaya tanpa meninggalkan akar tradisi.
“Teknologi bukan ancaman, tetapi jembatan. Melalui dokumentasi digital, kita bisa menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang hampir terlupakan, dan menjadikannya inspirasi bagi industri kreatif, pariwisata, serta pendidikan karakter anak bangsa,” kata Thungari.
Bupati juga menekankan bahwa seni merupakan ruang ekspresi dan dialog lintas generasi.
Setiap tarian, lagu, dan syair yang tampil dalam FSBS, menurutnya, adalah “denyut nadi budaya yang menghidupkan Sangihe.”
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, FSBS juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif, menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM, sekaligus menjadi hiburan edukatif bagi masyarakat.
“Budaya adalah kekuatan pemersatu dan penggerak ekonomi. Melalui festival ini, kita membuktikan bahwa seni dan adat tidak hanya hidup di panggung, tetapi juga berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Thungari juga mengajak para pelaku budaya untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengarsipkan naskah lisan, syair, dan kisah kepahlawanan leluhur, agar dapat diakses lintas generasi.
Pembukaan FSBS 2025 turut dihadiri Plt. Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Wakil Bupati Sangihe Tendris Bulahari, jajaran Forkopimda, Ketua dan Sekretaris TP-PKK Kabupaten Sangihe, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala perangkat daerah, pimpinan BUMN/BUMD, camat, tokoh agama dan masyarakat, sererta para seniman, budayawan, pelaku UMKM, dan peserta karnaval.(*)

Tinggalkan Balasan