SiteSulut.com-Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, akhirnya resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan Davidson Henry Djarang sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Prosesi sakral ini berlangsung pada Senin (15/6).Pelantikan Davidson ini sekaligus menjadi penutup alias juru kunci dari rangkaian rolling jabatan eselon II jilid satu di masa pemerintahan Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari.
Sebelumnya, terdapat 11 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang kosong di lingkungan Pemkab Sangihe. Sembilan di antaranya diisi melalui proses open bidding (lelang terbuka) dan kini semuanya telah rampung terisi.
Jabatan Kadis Dukcapil menjadi yang paling akhir karena harus melewati proses birokrasi di tingkat pusat.
”Memang khusus untuk Kadis Dukcapil prosesnya cukup lama. Karena harus melalui mekanisme dan persetujuan pusat, termasuk menunggu SK Mendagri,” ungkap Michael Thungari dalam sambutannya.
Dalam arahannya, Bupati Michael mengingatkan bahwa jabatan baru yang diemban Davidson merupakan sebuah kepercayaan sekaligus amanah yang wajib dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Terlebih lagi, Disdukcapil adalah instansi yang sangat strategis. Sektor ini menjadi garda terdepan sekaligus wajah pelayanan pemerintah yang paling sering berinteraksi langsung dengan hajat hidup masyarakat luas.
Oleh karena itu, Michael meminta Davidson memastikan seluruh urusan administrasi kependudukan ke depan bisa berjalan dengan cepat, mudah, tepat, serta bersih dari segala bentuk praktik pungli yang dapat merusak kepercayaan publik.
Sebagai daerah yang didominasi oleh lautan dan pulau-pulau, Sangihe memiliki tantangan geografis yang tidak mudah. Merespons hal tersebut, Michael menginstruksikan Kadis Dukcapil yang baru untuk memperkuat sistem pelayanan jemput bola.
Langkah ini penting agar masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan pulau terluar tetap mendapatkan hak pelayanan yang setara.
“Pelayanan jemput bola mampu mendorong inovasi pelayanan hingga menjangkau masyarakat di pulau-pulau terluar. Jangan sampai ada masyarakat yang kehilangan hak pelayanan hanya karena keterbatasan jarak dan aksesibilitas,” tegas Michael.
Di akhir sambutannya, Bupati juga menyoroti pentingnya akurasi data. Data kependudukan yang dipegang oleh Disdukcapil bukan sekadar angka, melainkan fondasi utama bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis.
Mulai dari penyaluran bantuan sosial (bansos), program kesehatan, pendidikan, hingga perencanaan pembangunan daerah.
“Saya juga berharap validitas, ketepatan, dan pemutakhiran data terus dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga data kependudukan benar-benar menjadi satu data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan