SiteSulut.com – SMPN 1 Manado resmi menjadi sekolah percontohan (pilot project) penerapan aplikasi Sistem Informasi Kinerja Guru dan Anggaran (Si Kangguru).

Inovasi mutakhir besutan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado ini dirancang untuk memantau kinerja tenaga pendidik secara langsung, real-time, dan transparan.

Kepala SMPN 1 Manado, Rahman Manggopa, SPd, MPd, menjelaskan bahwa dalam sistem baru ini, para guru diwajibkan melakukan check-in saat memasuki kelas serta mengunggah foto bersama para siswa sebagai bukti proses pembelajaran.

Setelah jam pelajaran usai, guru wajib melakukan check-out.

​”Semua sudah tersistem dan tervalidasi. Saya bisa langsung cek di aplikasi dari ruangan, dan pihak Dinas juga bisa memantau. Walau tiap pagi saya keliling kelas, aplikasi ini sangat membantu. Mudah-mudahan bisa terus berjalan untuk penilaian kinerja guru,” ujar Rahman.

​Dikatakan Rahman, Selain memantau kedisiplinan mengajar, aplikasi Si Kangguru juga memuat fitur pengelolaan anggaran secara transparan.

Apabila ada guru yang berhalangan hadir karena sakit atau urusan keluarga, guru pengganti yang mengisi jam pelajaran tersebut akan otomatis terdata dan berhak menerima insentif.

“Seandainya ada guru izin sakit, guru pengganti akan mendapatkan apresiasi pembayaran insentif yang sudah ditentukan,” tambah Rahman.

​Tak hanya sebatas absensi internal, sistem ini juga mengusung keterbukaan dengan melibatkan siswa dan orang tua murid.

Melalui fitur interaktif, siswa maupun orang tua dapat memberikan tanggapan atau komentar mengenai proses belajar-mengajar di kelas.

Sistem ini meminimalisasi praktik guru yang sekadar memberikan tugas tanpa mendampingi siswa di kelas.

Tanggapan yang dikirimkan oleh siswa atau orang tua dapat langsung dibaca oleh kepala sekolah hingga pengawas pembina. Dengan begitu, seluruh dinamika pembelajaran terukur berbasis data lapangan secara objektif tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Rahman menilai aplikasi Si Kangguru tidak sekadar berfungsi sebagai alat pemantauan atau pengawasan semata.

Lebih dari itu, sistem ini menjadi sarana efektif untuk memotivasi para guru agar semakin disiplin dan terus meningkatkan kinerja pengajarannya.

Melalui sistem tersebut, kehadiran maupun aktivitas mengajar dapat dipantau secara presisi. Kedisiplinan terkait waktu kerja hingga pelaksanaan tugas di dalam kelas menjadi lebih terkontrol. Bahkan, ketidakhadiran guru saat jam pelajaran berlangsung dapat langsung terdeteksi.

“Ini juga untuk memotivasi guru-guru untuk bekerja lebih baik, tidak terlambat dan pulang pada waktu yang tepat,” tegas Rahman.

Ditambahkannya, dengan adanya data ketidakhadiran yang terekam secara real-time, kepala sekolah memiliki akses informasi yang lebih cepat sebagai bahan evaluasi dan pengawasan berkala terhadap pelaksanaan tugas para tenaga pendidik.

Lanjut Manggopa Mantan Kepala Sekolah SMPN 4 Manado, sebagai lokasi uji coba di Kota Manado, SMPN 1 Manado terus memberikan masukan konstruktif kepada Dinas Pendidikan agar fitur aplikasi semakin sempurna sebelum diimplementasikan secara massal.

​Rahman pun menyampaikan apresiasi tingginya kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Bapak Peter K. B. Assa, ST., M.Sc., M.Tr.Par., CGRE., Ph.D. atas terobosan digital ini. Ia berharap program Si Kangguru kelak dapat diterapkan secara merata di seluruh jenjang sekolah menengah pertama di Kota Manado.

​”Kami sangat berterima kasih dan mendukung penuh inovasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Bapak Peter Assa. Gagasan beliau melalui Si Kangguru menjadi bukti nyata komitmen modernisasi dan peningkatan mutu pendidikan. Mudah-mudahan ke depan program ini bisa sukses diterapkan di seluruh sekolah,” pungkasnya.(vil)