SiteSulut.com— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berkomitmen mendorong transformasi digital secara masif melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor pendidikan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah strategis ini dinilai penting agar Sulut tidak sekadar menjadi penonton di era disrupsi, melainkan menjadi pemain kunci di kancah regional Asia.

​Hal tersebut mengemuka dalam acara AI Ignition Program Road to Sulawesi Utara yang digelar di Manado, Selasa (14/7).

Rangkaian roadshow program ini dijadwalkan akan terus berlanjut menjangkau berbagai wilayah kabupaten dan kota lain di Sulawesi Utara, di antaranya Tomohon, Kakas, Langowan, hingga wilayah rural lainnya.

​Staf Khusus Kepresidenan Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud kolaborasi berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) dari tingkat daerah, pusat, asosiasi, hingga organisasi kemasyarakatan.

​Tiar menegaskan bahwa kata kunci dari gerakan ini adalah pemerataan teknologi dan digitalisasi demi mewujudkan aspek keadilan teknologi yang dicanangkan oleh Presiden.

​”Kami ingin menghadirkan teknologi-teknologi yang bermanfaat untuk masyarakat secara luas karena sesuai dengan pesan Bapak Presiden, keadilan teknologi ini menjadi kata kunci untuk produktivitas UMKM,” kata Tiar Nabilla Karbala.

​Dalam implementasinya, program ini fokus mengakselerasi dua poin utama. Pertama adalah pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendongkrak produktivitas UMKM secara instan, seperti mempermudah penyuntingan foto dan video produk, hingga pembuatan caption media sosial yang menarik.

​Poin kedua yang tidak kalah menarik adalah optimalisasi penggunaan domain asli Indonesia, yaitu .id. Melalui kehadiran platform microsite s.id, pelaku usaha lokal kini bahkan bisa membangun sebuah website promosi dan pemasaran digital dalam waktu singkat, hanya 5 menit.

​Tiar menambahkan, adaptasi teknologi ini sebetulnya sangat mudah dan sudah terbukti sukses diterapkan di beberapa sektor kuliner (food and beverage) yang ia kunjungi.

​”Pedagang keripik kini bisa mendesain kemasan sendiri, penjual seblak mencari variasi resep terbaru, hingga pedagang lidi-lidian membuat varian rasa matcha menggunakan bantuan AI. Semua ini sangat simpel asal kita mau membuka ponsel dan belajar,” tuturnya.

​Guna memastikan keberlanjutan program, pemerintah pusat saat ini tengah merumuskan regulasi jangka panjang untuk mengawal ekosistem digital nasional.

​”Terkait regulasi, kami sedang menyiapkan peta jalan (roadmap) kecerdasan buatan untuk tahun 2026 sampai 2029. Semua masih berproses karena perkembangan teknologi ini berjalan sangat cepat,” ungkap Tiar.

​Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, menekankan bahwa tema kegiatan kali ini, yakni “Generasi Digital Sulut: AI untuk Pendidikan, UMKM, dan Masa Depan Asia”, menjadi sebuah penegasan sikap daerah.

​”Tema ini adalah sebuah penegasan sikap. Kita ingin menegaskan bahwa Sulawesi Utara tidak mau hanya menjadi penonton di era disrupsi ini,” ujar Tahlis Gallang.

​Gubernur memaparkan, di sektor pendidikan AI merupakan gerbang kesempatan tanpa batas yang berfungsi sebagai alat akselerasi ruang belajar mandiri secara presisi. Sementara di sektor UMKM, AI diyakini mampu menjadi mesin pelontar daya saing yang membantu pelaku usaha lokal memangkas jarak pemasaran dan menembus pasar regional tanpa modal raksasa.

​Namun, Gubernur mengingatkan bahwa teknologi hanyalah sebuah alat bantu, di mana faktor manusia tetap menjadi penentu utama.

​”Pemanfaatan yang positif, etis, dan bertanggung jawab harus menjadi fondasi utama. Jangan sampai teknologi canggih ini justru menggerus nilai kemanusiaan, kejujuran, dan kearifan lokal kita. Sebaliknya, gunakan AI untuk memperkuat karakter dan produktivitas kita,” tegasnya.(vil/*)